Sabtu, 25 Apr 2020 19:05 WIB

Saran Ahli Gizi Soal Jumlah Kurma yang Sebaiknya dimakan Saat Buka Puasa

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ramadan dates or kurma for iftar in a box. Isolated on black, studio shot. Meski disarankan buka puasa dengan kurma, jangan berlebihan ya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/DejanKolar)
Jakarta -

Rasanya yang enak dan manis, membuat kurma digemari oleh banyak orang untuk dijadikan menu pembuka saat buka puasa. Tetapi apakah terlalu banyak mengonsumsi kurma juga ada dampak buruknya bagi tubuh?

Menurut dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana F Suganda, SpGK, MKes, kurma memiliki kalori yang cukup tinggi dalam setiap butirnya, sehingga jika terlalu banyak dikonsumsi juga tidak akan baik pada tubuh.

"Kalori kurma itu cukup tinggi, satu butir ukuran kecil saja bisa sampai 50-70 kalori. Kalau yang gede itu bisa sampai 150 kalori per butir, sehingga kalau terlalu banyak makan juga akhirnya total kalori yang kita makan berlebihan kan," jelas dr Diana kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya meski sedang berpuasa, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tetap tidak boleh melebihi kebutuhan yang dibutuhkan dalam sehari. Karena itu bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, salah satunya adalah obesitas.

dr Diana juga mengatakan bahwa kebutuhan kalori setiap orang itu berbeda-beda, mulai dari jenis kelamin hingga ringan atau beratnya aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

"Kalau perempuan sekitar 1.500 kalori per hari, laki-laki mungkin 1.700 kalori per hari dan itu untuk yang aktivitas ringan hingga sedang, bukan kaya atlet atau pekerja keras karena berbeda-beda, tapi secara umum itu," pungkasnya.

Berapa jumlah kurma yang disarankan dimakan artinya bisa dihitung dari jenis kurma dan usia serta jenis kelamin tiap orang.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)