Rabu, 29 Apr 2020 13:16 WIB

Akurasi Hanya 5 Persen, India Batalkan Pesanan Alat Tes Corona dari China

Ayunda Septiani - detikHealth
Selama ini kita mengenal metode untuk menentukan warga terinfeksi virus corona melalui rapid test dan PCR, namun baru-baru ini WHO menyarankan agar tidak mendeteksi COVID-19 menggunakan rapid test. Akurasi rapid test lebih kecil daripada PCR. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Pemerintah India membatalkan pesanan alat uji cepat (rapid test) virus Corona (COVID-19) dari China setelah ditemukan alat yang rusak. India juga menarik perlengkapan uji cepat virus yang sudah digunakan di beberapa negara bagian.

Dikutip dari laman BBC News, alat uji cepat COVID-19 ini disinyalir dapat mendeteksi antibodi dalam darah yang mungkin terinfeksi virus tersebut dengan waktu sekitar 30 menit untuk melihat hasilnya. Tentu tes tersebut dapat membantu pihak petugas untuk cepat memahami skala infeksi di wilayah tertentu.

Namun, menurut banyak ilmuwan, rapid test tersebut tidak dapat menguji virus Corona dalam tubuh atau digunakan untuk mendiagnosis COVID-19 pada pasien. Kit tes tersebut juga juga gagal dalam pemeriksaan kualitas oleh Dewan Penelitian Medis India (ICMR).

Sebelumnya, negara bagian di India mendorong ICMR untuk mengizinkan pengujian dengan kit uji cepat COVID-19. ICMR yang awalnya menolak, akhirnya membuka jalan dengan mengimpor kit dari dua perusahaan China.

Sayangnya, setelah diimpor, kit uji cepat COVID-19 hanya memiliki tingkat akurasi sekitar 5 persen. India bahkan menggunakan kit uji coba tersebut kepada pasien yang sudah positif, namun hasil tes malah menunjukkan hasil 'negatif'. Sementara itu, pihak China telah menolak klaim India atas tes kit yang rusak.

"Kualitas produk medis yang diekspor dari China diprioritaskan. Tidak adil dan tidak bertanggung jawab bagi individu-individu tertentu untuk menyebut produk-produk China sebagai 'salah' dan melihat masalah dengan prasangka yang belum terjadi," ujar juru bicara kedutaan besar China Ji Rong.

India sendiri kini memiliki 31.324 kasus positif virus Corona, dengan 1.008 kasus kematian menurut data dari Research Center Johns Hopkins University, Rabu (29/4/2020).



Simak Video "Kabar Baik! Ridwan Kamil: Kit Rapid Test Buatan Jabar Capai Akurasi 80%"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)