Rabu, 29 Apr 2020 16:23 WIB

Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaik Cek Kadar Gula Darah?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Ilustrasi Diabetes Foto: shutterstock
Jakarta -

Menyandang diabetes melitus bukan berarti tidak bisa berpuasa. Tentunya sebelum berpuasa, penyandang diabetes harus melakukan persiapan yang baik seperti berkonsultasi ke dokter, tetap minum obat, hingga rutin memantau kondisi gula darah.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita menganjurkan untuk melakukan cek gula darah sendiri secara berkala, minimal satu kali dalam sehari. Waktu yang dianjurkan untuk melakukan pengecekan gula darah adalah sebelum sahur, saat jam berbuka namun sebelum mengonsumsi makanan atau minuman, serta 2 jam setelah berbuka puasa.

"Pengecekan gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan alat glukometer. Bila tidak memiliki alatnya, segera batalkan puasa bila Anda mengalami sakit kepala, rasa berdebar-debar dan banyak buang air kecil," ujar dr Adeline kepada detikHealth, Rabu (29/4/2020).

Sebab, lanjut dr Adeline, penyandang diabetes yang berpuasa rentan mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) ataupun hiperglikemia (gula darah tinggi). Jika gula darahnya sudah di bawah 60 mg/dl saat puasa itu sudah risiko hipoglikemia, dan dianjurkan untuk segera berbuka dengan minum air gula supaya tidak ngedrop.

Sementara kondisi hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi (>200mg/dl) yaitu ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengolah gula darah atau tak mampu menggunakan insulin dengan baik. Sedangkan ketika puasa tetap dapat terjadi hiperglikemia, yang dapat muncul karena reaksi terhadap tidak tersedianya gula dalam waktu lama

"Saat puasa, di mana gula darah tidak tersedia, kadar insulin akan menurun. Oleh karena itu, tubuh akan merespons dengan meningkatkan pengeluaran hormon glukagon agar cadangan gula yang ada di dalam tubuh seperti di organ hati dilepaskan ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah dalam tubuh akan kembali meningkat," ujarnya.

Saat berbuka, lanjut dr Adeline, hiperglikemia pun bisa kembali terjadi setelah makan. Biasanya terjadi ketika komposisi makanan terlalu tinggi karbohidrat sehingga kadar gula darah naik secara cepat, sementara hormon insulin yang ada di dalam tubuh diabetesi tidak cukup untuk mengolah semuanya.

"Hiperglikemia yang sifatnya ringan dan sementara umumnya tidak menimbulkan keluhan. Sedangkan yang cukup berat, akan menimbulkan keluhan seperti rasa haus, sering berkemih, dan pandangan kabur. Bila kadar gula sangat tinggi dapat memasuki level membahayakan akan muncul rasa melayang, mual dan muntah, hingga kehilangan kesadaran dan koma," jelas dr Adeline.

Sebagai persiapan berpuasa, untuk menjaga kadar gula darah sebelum berpuasa dapat didukung dengan mengonsumsi Diabetasol. Diabetasol juga dapat dikonsumsi pada saat berpuasa, yakni ketika berbuka dan sahur.

Diabetasol memiliki kandungan karbohidrat lepas lambat, tinggi serat, protein, omega 3 dan vitamin (vitamin A,C,E) dan zinc untuk bantu jaga gula darah dan jaga daya tahan tubuh agar lancar puasanya.



Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)