Kamis, 30 Apr 2020 14:21 WIB

5 Teori Konspirasi Terheboh Sepanjang Masa, Bumi Datar hingga Virus Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
Sudah setengah abad sejak Neil Armstrong mendarat di bulan pada 20 Juli 1969. Berikut kumpulan foto dan deretan fakta menarik terkait misi Apollo 11. Yuk, simak Pendaratan di bulan juga banyak disebut sebagai teori konspirasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Teori konspirasi selalu muncul dalam berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali seputar virus Corona COVID-19 yang oleh sebagian orang diklaim sebagai buatan manusia. Terlepas dari benar tidaknya klaim tersebut, sifat alamiah otak manusia adalah selalu penasaran terhadap klaim-klaim seperti itu.

Sifat otak yang dimaksud berhubungan dengan croc brain atau crocodile brain, atau otak buaya. Seperti halnya reptil, manusia punya bagian otak yang membantunya bertahan hidup saat menghadapi bahaya. Antara lain dengan mempercayai informasi yang belum tentu benar.

Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan teori konspirasi tidak selalu bisa dipertanggungjawabkan karena mengabaikan fakta-fakta atau bukti yang ada. Disebutnya, teori konspirasi hanya sebatas mengandalkan argumen seseorang saja.

"Ketika dia dikonfrontir dengan data fakta dia akan ngeles," ungkapnya kepada detikcom Rabu (29/4/2020).

Sebelum muncul berbagai teori konspirasi tentang virus Corona, ada banyak teori konspirasi yang sempat menghebohkan dunia. Simak rangkumannya berikut.

1. Bumi datar

Bumi ini bulat atau datar? Teknologi telah membantu kita menyaksikan sendiri Bumi yang bulat, bukan lagi sekedar kesimpulan dari deretan fenomena yang menjadi pembuktian tak langsung.

Pad 600 SM, filsuf Yunani Kuno bernama Phytagoras sudah berujar tentang bentuk Bumi yang bulat. Tentu saja pernyataan itu sangat mengejutkan pada masanya.

Pada Abad Pertengahan, pengetahuan bahwa Bumi bulat seperti bola sudah cukup diterima. Hanya saja, seperti yang dibantah oleh Galileo, Bumi masih dipandang sebagai pusat tata surya.

Kemudian di pertengahan 1800-an, Samuel Rowbotham muncul dengan pendapat lain. Ia mengumumkan bahwa Bumi berbentuk datar. Bahkan, 1,5 abad kemudian, lahirlah Masyarakat Bumi Datar (Flat Earth Society, FES) di Internet.

2. Pendaratan di bulan

Para ahli teori percaya bahwa pemerintah AS dan NASA memalsukan pendaratan di bulan pada 21 Juli 1969, hal ini bertujuan untuk memenangkan perlombaan antariksa melawan Uni Soviet setelah Rusia berhasil mengumumkan manusia pertama yang menginjakan kaki ke luar angkasa pada tahun 1961.

Astronot Apollo 11 Niel Armstrong dan Buzz Aldrin mengatakan, tidak pernah menginjakan kaki di bulan, dan gambar-gambar yang ada di televisi merupakan pengambilan di sebuah studio.

Banyak yang percaya bahwa keenam pendaratan di bulan berawal pada tahun 1969 hingga 1972 yang dipalsukan dan menunjukan kegagalan dalam gambar resmi dari misi Apollo untuk mendukung teori liar mereka.

Lainnya mengklaim bahwa tahun 1972, Apollo 17 adalah misi bulan NASA terakhir karena kru melakukan kontak dengan alien.

3. Tragedi 9/11

Teori konspirasi paling menghebohkan selanjutnya adalah, tentang serangan teroris di AS pada 11 September 2001, hal ini berkaitan dengan runtuhnya menara World Trade Center 7.

Seperti diketahui, pada pagi hari tanggal 11 September 2001, terdapat dua pesawat yang menabrakkan secara sengaja ke arah dua menara kembar tersebut. Laporan resmi mengenai tragedi ini menyebutkan, puing-puing yang menyala dari gedung pencakar langit terbakar dan menabrak menara 7 lantai 47 dan pemicu kebakaran di beberapa lantai.

Panas yang dihasilkan merobohkan menara, Institut Standar dan Teknologi Nasional menyimpulkan bahwa ini adalah gedung pencakar langit yang pertama runtuh akibat kebakaran.

Pada November 2016, sekelompok insinyur dari Universitas Alaska mengatakan bahwa kebakaran tersebut tidak mungkin menyebabkan kehancuran.

Mempresentasikan temuan tim di Simposium Keadilan Fokus di New York, yang dipimpin oleh Dr J Leroy Hulsey mengungkapkan, "Ini adalah kesimpulan awal kami berdasarkan pada pekerjaan kami sampai saat ini bahwa api tidak menghasilkan kegagalan di gedung khusus ini," ujarnya.

Putusan tersebut memicu teori bahwa gedung World Trade Center dibawa ke tanah dengan ledakan pembongkaran terkendali, tetapi hingga kini tidak ada bukti yang mendukung teori tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2