Minggu, 03 Mei 2020 19:00 WIB

Terpopuler Sepekan: Teori Konspirasi Corona, Buatan Bill Gates hingga Senjata Biologis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Inilah Alasan Kondisi Pasien Corona Bisa Tiba-tiba Memburuk di Minggu Kedua Foto: ABC Australia
Jakarta -

Sepanjang pandemi COVID-19, muncul banyak spekulasi dan teori konspirasi mengenai virus tersebut. Wabah yang sudah menginfeksi lebih dari 3 juta penduduk di dunia oleh sebagian orang dianggap sebagai buatan dan akal-akalan manusia itu sendiri.

Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan secara psikologis, teori konspirasi muncul pada orang-orang yang terisolasi secara sosial, sehingga orang merasa tidak berdaya.

"Nah ketidakberdayaan itu, isolasi sosial itu, yang menyebabkan dia tidak memiliki hubungan-hubungan sosial yang langsung, ini yang kemudian memunculkan teori konspirasi itu," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Berikut teori konspirasi soal Corona paling heboh seperti yang dilansir detikcom dari berbagai sumber.

1. Diprediksi dari novel tahun 1981

Saat wabah Corona muncul, beberapa orang menunjukkan prediksi terkait Corona dalam novel keluaran tahun 1981 dengan judul 'The Eyes of Darkness' oleh Dean Koontz. Hal yang diceritakan dalam buku tersebut berawal dari kisah seorang ibu yang berusaha mencari tahu putranya yang hilang secara misterius dalam perjalanan berkemah.

Anaknya disebut tertangkap di Wuhan, China, tempat di mana adanya sebuah virus yang mematikan. Karakter yang disebut bernama Dombey dalam novel ini lalu menceritakan sebuah laporan tentang virus mematikan yang disebut 'Wuhan-400'. Disebutkan 'Wuhan 400' dikembangkan di laboratorium RDNA di luar kota Wuhan, dan 'itu adalah strain mikroorganisme buatan manusia.

Bagian ini kemudian memberikan perincian yang rumit tentang bagaimana virus mempengaruhi tubuh manusia. Hal ini dinilai sebagian orang mengerikan karena buku keluaran tahun 1981 ini meramalkan wabah dan memiliki kemiripan antara 'Wuhan-400' dan virus Corona baru COVID-19.

2. China dituding sembunyikan wabah Corona

Sempat muncul spekulasi soal pemerintah China yang berusaha menutupi wabah Corona dan data resmi yang selama ini dilaporkan ke publik. Faktanya delapan orang termasuk dokter di Wuhan yang mengingatkan awal kemunculan Corona memang sempat dihalangi oleh petugas setempat karena khawatir meresahkan warga.

Meski demikian rumor terkait China menutup-nutupi dinilai tidak berdasar sama sekali. Hanya berdasarkan argumen atau pernyataan-pernyataan saja.

3. Prediksi kartun 'The Simpsons'

Postingan Facebook 20 Februari lalu menunjukkan gambar dari episode tahun 1993 di mana karakter animasi 'The Simpsons', Homer Simpson dan Principal Skinner sedang sakit. Sementara gambar lain menunjukkan penyiar membacakan selembar kertas dengan menyinggung soal 'virus Corona' dengan latar seekor kucing muncul di layar di belakangnya.

Setelah ditelusuri ternyata gambar tersebut telah diedit. Tiga gambar berasal dari sebuah episode yang disebut 'flu Osaka' di mana seorang pekerja pabrik batuk ke dalam paket untuk Homer dan dia jatuh sakit. Namun, teks di balik penyiar pada gambar keempat, tidak mengatakan 'virus Corona'.

4. Tidak lebih berbahaya dari SARS

Awalnya banyak orang membandingkan wabah Corona dengan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) pada tahun 2003. Para ilmuwan berpendapat bahwa jika virus semakin mudah menular, semakin rendah juga tingkat kematian, yang berarti bahwa virus yang mudah menular tidak terlalu mematikan.

Faktanya kini tingkat kematian akibat COVID-19 sebanyak 18 persen sementara tingkat kematian SARS dilaporkan 10 persen.

Selanjutnya
Halaman
1 2