Kamis, 30 Apr 2020 18:00 WIB

Diklaim Ampuh, FDA Akan Setujui Remdesivir Sebagai Obat Bagi Pasien Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sedikitnya empat truk berisi 60 mayat ditemukan di luar sebuah rumah duka di Brooklyn, New York, AS. Mereka adalah korban wabah COVID-19 yang merajalela. Pasien Corona akan diberi obat remdesivir. (Foto: AP/Craig Ruttle)
Jakarta -

Uji coba obat remdesivir untuk pengobatan pasien COVID-19 menunjukkan hasil yang baik. Ini diketahui setelah para peneliti melaporkan pada hari Rabu, remdesivir bisa membantu pasien pulih lebih cepat.

Dikutip dari CNN, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat (AS) saat ini memang belum menyetujui obat apa pun untuk pengobatan virus Corona. Tetapi mereka berencana untuk menyetujui remdesivir sebagai pengobatan untuk pasien COVID-19.

Kini FDA sedang melakukan pembicaraan dengan Gilead Sciences, yang memproduksi obat remdesivir agar obat tersebut tersedia untuk pasien dalam waktu dekat.

"Sebagai bagian dari komitmen FDA untuk mempercepat pengembangan dan ketersediaan pengobatan COVID-19 yang potensial, agensi tersebut sedang berdiskusi dengan Gilead Sciences mengenai pembuatan remdesivir agar tersedia untuk pasien secepat mungkin, sebagaimana diperlukan," ucap juru bicara FDA, Michael Felberbaum.

Pada percobaan awal, penggunaan remdesivir menunjukkan tingkat pemulihan yang lebih cepat pada pasien yaitu dari 15 hari bisa menjadi 11 hari. Hal ini mirip dengan efek tamiflu terhadap penyakit flu, karena obat itu dapat menyembuhkan pasien lebih cepat.

"Data menunjukkan bahwa remdesivir memiliki dampak positif yang jelas signifikan dalam waktu pemulihan," ucap Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID).



Simak Video "Seberapa Efektif Dexamethasone-Klorokuin Sembuhkan COVID-19 di RI?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)