Senin, 04 Mei 2020 06:30 WIB

Round Up

Tren Masker Scuba 'Penangkal' Corona dan Tes Tiup Api yang Viral

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tes tiup untuk menguji masker kain scuba Tes tiup api yang konon dilakukan untuk menguji efektivitas masker scuba menyaring partikel. (Foto: viral)
Jakarta -

Masker scuba menjadi salah satu tren baru di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Jenis masker kain yang satu ini memang cukup nyaman karena bisa melar atau stretch mengikuti bentuk wajah, selain juga murah meriah.

Namun karena umumnya hanya terdiri dari selapis kain, banyak pula yang meragukan efektivitasnya menangkal partikel, apalagi virus Corona. Karenanya, muncul metode tes yang viral di media sosial belakangan ini, yakni tes tiup api.

"Masker yang baik itu adalah masker yang ketika ada api, ditiup, api dinyalakan di depan masker, terus kita tiup, itu apinya kalau tidak padam berarti bagus," kata seorang netizen dalam salah satu video yang viral.

Disebut masker scuba karena memang terbuat dari bahan scuba, yang merupakan nama lain untuk bahan sintetis neophrene atau polychloroprene. Material atau bahan ini lebih dulu populer untuk membuat pakaian pada penyelam scuba sehingga dinamakan demikian.

Soal kemampuannya menyaring partikel, diakui memang tidak semaksimal masker bedah apalagi N95. Namun dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan tak masalah untuk dipakai selama tetap mengikuti anjuran tentang physical distancing 1-2 meter dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

"Nggak masalah asal jarak tetap jaga," tandasnya.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)