Senin, 04 Mei 2020 13:50 WIB

Viral Curhatan Suami Saat Temani Istri Melahirkan di Tengah Pandemi Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Doctor examining belly of expectant mother in hospital room. Thailand. Ilustrasi melahirkan. (Foto: iStock)
Jakarta -



Curhatan seorang suami bernama Erlangga Agusta tentang pengalaman sang istri yang melahirkan di tengah pandemi virus Corona, viral di media sosial. Kisah haru tersebut dibagikan olehnya melalui akun Twitter pribadi miliknya @AnggaAgusta, Minggu (3/5/2020).

"Gw mau sedikit sharing pengalaman saat istri melahirkan anak ke 3 kami tgl 29 April. Pengalaman kemarin bener-bener bikin kami stress dan kami merasakan sendiri betapa mengerikannya didiagnosa positif COVID. Apalagi dalam kondisi istri sudah siap untuk melahirkan," tulis Erlangga dalam tweetnya.

Kisah ini bermula pada Selasa (28/4/2020), ia menceritakan sebelum melakukan proses persalinan, sang istri harus melalui uji tes corona dengan cara rapid test. Ini dilakukan sebagai salah satu cara penanganan COVID-19 di rumah sakit.

"Karena dalam masa pandemi, RS punya policy untuk melakukan Rapid Test COVID untuk setiap pasien rawat inap di sana. Rapid Test hanya berlaku untuk pasien, untuk case ini hanya istri gw yg akan di Rapid Test," kata Erlangga.

Erlangga menjelaskan tak lama setelah dilakukannya rapid test, sang istri justru langsung dipindahkan ke ruang bersalin dan dokter pun memberi tahu hasil tes corona yang sebelumnya telah dilakukan.

"Dokter kemudian menginfokan hasil Rapid Test istri positif COVID. Gw dan istri kaya disamber petir," ucapnya.

Namun Erlangga merasa ada yang salah dengan hasil tes tersebut, karena meski sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke luar negeri dan pulang ke Indonesia pada awal Maret, ia dan sekeluarga telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. Bahkan Erlangga dan istri sudah hampir dua bulan lamanya tidak melakukan aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di rumah sebelum PSBB diberlakukan.

"Ditambah lg kondisi kami baik2 saja tidak ada gejala sakit demam, batuk ataupun pilek. Tp dokter yakin bahwa istri positif COVID berdasar hasil Rapid Test," ujarnya.

Selama proses persalinan akan dilakukan, Erlangga meminta dokter untuk melakukan tes corona ulang kepada istrinya karena merasa tidak yakin dengan hasil tersebut. Dokter pun menyarankan untuk melakukan CT scan paru dan tes swab agar hasilnya bisa lebih akurat.

Hingga akhirnya, CT scan paru dilakukan dan hasilnya menunjukkan tidak adanya indikasi dari virus Corona. Erlangga pun semakin yakin bahwa istrinya bersih dari COVID-19, dan akan melaksanakan tes swab pada besok hari.

"Suster menginfokan ke istri hasil CT Scan Paru bersih dan bagus dan tidak ada indikasi COVID," jelasnya.

"Tgl 29 April pkl 07.30 sebelum dilakukan swab test dan operasi (caesar), gw minta dipertemukan dulu dengan dokter untuk konsultasi hasil CT Scan dan minta untuk dilakukan Rapid Test ulang. Karena sejujurnya gw masih ga yakin dengan hasil test kemarin," lanjutnya.

Hingga akhirnya pada pukul 09.00 WIB, operasi caesar yang dilakukan oleh dokter dari tim COVID-19 pun telah berhasil dilakukan. Namun karena hasil rapid test kedua dan tes swab dari sang istri belum keluar, maka bayinya harus dirawat di dalam ruangan neonatal intensive care unit (NICU) terlebih dahulu untuk sementara waktu.

"Puji Tuhan kondisi baby sehat. Tp karena hasil Rapid Test kedua dan swab belum keluar maka baby sementara akan ditaro di NICU. Jika hasil rapid kedua istri negatif maka baby bisa langsung masuk ruang bayi," kata Erlangga.

Kabar baik pun datang dari dokter, ia memberitahu kepada Erlangga bahwa hasil rapid test kedua istrinya adalah negatif COVID-19. Namun Erlangga tetap harus menunggu laporan dari uji swab yang sebelumnya dilakukan agar hasilnya bisa lebih akurat.

"Berhubung hasil Swab belum keluar, tim dokter sepakat untuk lakukan tindakan preventif untuk mengisolasi istri dan baby di tetap di NICU. Istri jg tidak boleh gabung dengan baby dan belum boleh berikan ASI ke babynya," ucapnya.

Pada hari Jumat (1/5/2020) kemarin, hasil tes swab pun keluar dan menunjukkan bahwa istri dari Erlangga dinyatakan negatif COVID-19.

"Tgl 1 Mei jam 9 pagi. Hasil swab test keluar dan Puji Tuhan hasilnya negatif. Istri bisa langsung gabung dengan baby dan bisa langsung kasih ASI. Kabar baiknya lainnya mereka bisa pulang bareng di hari itu," pungkasnya.



Simak Video "Begini Prosedur Persalinan di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)