Selasa, 05 Mei 2020 10:40 WIB

Dialami Didi Kempot Saat Meninggal, Kenali 'Golden Period' Henti Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Warga memasuki gerbang Keraton Solo, Jawa Tengah. Didi Kempot meninggal dunia. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Topik Hangat Bahaya Henti Jantung
Jakarta -

Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi, saat masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kasih Ibu, Solo. Menurut pernyataan Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandes, Didi Kempot mengalami henti jantung saat tiba di IGD.

"Datang ke sini, masuk IGD sudah henti jantung," kata Divan kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Petugas medis langsung mengambil tindakan, namun nyawanya tidak terselamatkan. "Sudah dilakukan berbagai pertolongan, tapi tidak dapat tertolong, jadi di sini hanya sekitar 20 menit, lalu dinyatakan meninggal," kata dia.

Seseorang yang tiba-tiba terjatuh tanpa sebab, biasanya dikenali sebagai pasien henti jantung. Saat ada kejadian ini, disarankan segera cek nadi orang tersebut lalu segera melakukan pijat jantung.

"Kalau nadinya tidak teraba, segera lakukan resusitasi jantung paru atau pijat jantung. Dalam waktu 7-10 menit adalah golden period di mana kalau tidak ditangani dalam durasi itu, akan terjadi kematian otak menyusul seluruh tubuh," ujar dokter spesialis jantung, dr Jetty R Sedyawan, SpJP(K), FIHA, FACC.

Selain itu, dijelaskan dr Samuel Sudanawidjaja, SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Surabaya beberapa waktu lalu, seseorang yang mengalami serangan jantung juga bisa menyebabkan komplikasi hingga henti jantung dan kematian mendadak. Sebagian orang pun sering menganggap sepele gejala awal serangan jantung, padahal penting mengenal dua jam awal serangan jantung atau golden period.

Masa tersebut merupakan jendela waktu untuk memberikan pertolongan kepada pengidap serangan jantung yang akan menentukan potensi kesembuhan. Samuel mengatakan, indikasi serangan jantung koroner adalah seseorang mengalami rasa seperti tertekan benda berat di bagian dada, terasa sakit hingga ke ulu hati, dan napas pendek.

Pada serangan yang lebih berat, pengidap akan merasa mual, muntah, keringat dingin, hingga hilang kesadaran. Saat serangan terjadi, pasien dalam waktu kurang dari dua jam setelah gejala awal harus sudah berada di rumah sakit dengan fasilitas khusus untuk pelayanan jantung.

"Menangani serangan jantung seperti berpacu dengan waktu, harus segera ditangani. Prinsipnya adalah time is muscle. Setiap detik yang terlewat berarti kerusakan otot jantung," ujar Samuel.

"Mengabaikan setiap detik golden period sama saja dengan membuang harapan sehat kembali, bahkan bisa berakibat kematian," lanjutnya.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Bahaya Henti Jantung