Kamis, 07 Mei 2020 04:29 WIB

Round Up

Beda Corona di Indonesia dengan 3 Tipe Utama di Dunia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan tipe strain virus Corona di Indonesia berbeda dari tiga tipe utama yang diketahui beredar di dunia.

Hal ini terlihat setelah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berhasil melakukan tiga whole genome sequencing (WGS) dari sampel virus Corona yang ditemukan di Indonesia yang dilakukan untuk mengetahui karakter dari virus.

"Sejauh ini, dari informasi GISAID, ada 3 tipe COVID-19 yang ada di dunia. Ada tipe S, tipe G, dan tipe V. Di luar 3 tipe itu ada yang disebut sebagai tipe lain, jadi yang belum teridentifikasi. Dan ternyata whole genome sequences yang dikirim Indonesia termasuk kategori yang lainnya," kata Bambang beberapa waktu lalu.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio, menyebut pihaknya masih belum bisa memastikan dampak dari mutasi virus tersebut. Perlu analisa data rangkaian genetik yang lebih banyak untuk bisa melihat apakah mutasi membawa perubahan fungsi pada virus.

"Kita belum mempelajari sampai sana, mutasi-mutasinya itu bagian mana saja. Apakah mempengaruhi struktur, fungsi, perjalanan penyakit, dan sebagainya. Itu kita belum punya data ke arah sana," kata Prof Amin pada detikcom, Rabu (6/5/2020).

Informasi mengenai perbedaan genetik ini dijelaskan juga akan berpengaruh terhadap pengembangan vaksin virus Corona COVID-19 di Indonesia. Vaksin akan dibuat menyesuaikan dengan tipe yang ada.

Mutasi adalah hal wajar bagi virus. Saat virus Corona menginfeksi sel, virus akan membajak fungsi sel untuk menciptakan jutaan virus baru dengan informasi genetik yang sama. Dalam prosesnya kadang terjadi 'salah ketik' informasi genetik dan ini yang disebut mutasi sehingga genetiknya berbeda dari semula.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)