Senin, 11 Mei 2020 14:33 WIB

Kumpul-kumpul di McD Sarinah, Jenuh PSBB atau Corona Sudah Tak Menakutkan?

Ayunda Septiani - detikHealth
Potret Gedung Sarinah yang Akan Direnovasi

Pusat perbelanjaan Sarinah yang dibangun pada tahun 1963 ini bakal direnovasi dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia untuk pariwisata dan mendukung UMKM lokal. Bakal jadi seperti apa ya? McD Sarinah tutup mulai 10 Mei 2020 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Gerai McDonald's Sarinah tutup pada Minggu (10/5/2020) menjadi momen emosional bagi sebagian orang yang punya kenangan di tempat nongkrong legendaris tersebut. Namun kerumunan yang terjadi di tengah pandemi justru menuai cibiran.

Kerumunan pengunjung terjadi dalam momen perpisahan dengan pengunjung McDonald's Sarinah. Padahal dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang tidak diperbolehkan. Sebenarnya apa sih yang terjadi sehingga aturan PSBB banyak dilanggar dan tidak pakai masker saat keluar rumah?

Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan, memang ada dua pendapat terhadap penanganan COVID-19, yang pertama adalah total lockdown dan Herd Immunity. Dua pendapat yang berbeda ini kemudian membuat sebagian orang tetap berharap bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Sedangkan sebagian lain ingin pelaksanaan PSBB tetap berjalan.

"Dengan adanya dua alternatif ini sehingga tentu saja pendapat orang orang banyak terbelah ada yang masih berharap untuk tetap bisa menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari sementara yang lain menginginkan untuk pembatasan," kata Kassandra saat dihubungi detikcom Senin (11/5/2020).

Kasandra menambahkan, pada dasarnya semua akan kembali kepada kapasitas pemrosesan informasi di dalam otak mereka yang lebih banyak dipengaruhi oleh unsur logis dan rasional. Ini tentu akan berusaha menjaga diri dari perilaku yang mungkin akan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan diri dan keluarga.

Ia mengatakan, jika seseorang yang dipengaruhi oleh otak kanan akan dipengaruhi emosinya, maka mereka akan mengikuti dorongan impulsnya untuk menampilkan perilaku yang berbeda.

"Sementara mereka yang dipengaruhi oleh otak kanan tentu akan dipengaruhi oleh emosinya sehingga lebih mengikuti dorongan impuls untuk menampilkan perilaku yang berbeda," pungkasnya.



Simak Video "Sebaper Apa Sih sampai Langgar PSBB di McD Sarinah?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)