Selasa, 12 Mei 2020 19:41 WIB

Kisah Pengacara yang Disebut Jadi Pasien Corona Pertama di New York

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi kanker rumah sakit Garbuz sempat mengalami koma. (Foto: iStock)
Jakarta -

Lawrence Garbuz, seorang pria yang merupakan pasien pertama virus Corona COVID-19 di New York, Amerika Serikat (AS). Sebelumnya ia tak pernah menyangka akan terinfeksi penyakit tersebut.

Dikutip dari Independent, Garbuz merupakan salah seorang pengacara di New York. Ia mulai jatuh sakit pada bulan Februari lalu, mengalami batuk-batuk yang saat itu dipikirnya bukan karena virus Corona.

"Saya adalah seorang pengacara dan saya duduk di meja sepanjang hari. Saya pikir pada saat itu kami hanya berfokus pada orang-orang yang mungkin pernah melakukan perjalanan internasional dan saya tidak melakukan itu," ucap Garbuz.

Garbuz mengalami gejala seperti batuk, demam, hingga akhirnya mengalami kesulitan bernapas dan ia dilarikan ke rumah sakit ketika kondisinya semakin memburuk. Garbuz pun mengalami koma selama tiga minggu.

"Setelah memasuki ruang gawat darurat, aku sama sekali tidak ingat apa pun yang terjadi. Sampai akhirnya aku terbangun dari koma," kata Garbuz.

Garbuz memang belum pernah melakukan perjalanan internasional, tapi ia sempat berkunjung ke Miami. Tanpa sadar, Garbuz memicu sekelompok kasus penularan virus Corona di New Rochelle, yang merupakan wilayah utara di New York.

Hingga akhirnya, orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Garbuz pun dicari agar dapat menghentikan penyebaran virus tersebut.

Sang istri, dua dari empat anaknya, dan orang-orang terdekat di sekitar Garbuz juga dinyatakan positif virus Corona. Kasus-kasus infeksi baru COVID-19 pun kian bermunculan hingga akhirnya virus sudah menyebar luas di antara masyarakat New York.

Garbuz dan keluarganya telah dinyatakan sembuh dari virus Corona dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada akhir Maret lalu.

Hingga Senin (11/5/2020) kemarin, sebanyak lebih dari 335.000 orang positif virus Corona di New York, dan sekitar 20.000 di antaranya meninggal dunia.



Simak Video "Mengenal Fasilitas Khusus di Ruang Isolasi Pasien Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)