Jumat, 15 Mei 2020 06:38 WIB

Virus Corona Kemungkinan Besar Berasal dari Kelelawar Asia

Ayunda Septiani - detikHealth
Two black flying-foxes Pteropus alecto hanging in a tree, Kakadu National Park, Northern territory, Australia Ilustrasi kelelawar (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh University of Hong Kong, virus Corona baru yang memicu pandemi COVID-19 kemungkinan berasal dari kelelawar yang ditemukan di Asia.

Dikutip dari South China Morning Post, departemen mikrobiologi Universitas Hong Kong menciptakan sekelompok sel yang menyerupai usus kelelawar tapal kuda Cina, spesies yang ditemukan di Cina, India, Nepal, dan Vietnam. Para peneliti berhasil menginfeksi struktur sel dengan virus Corona, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2.

Penelitian sebelumnya telah menemukan spesies kelelawar membawa virus seperti yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) dan yang mirip dengan SARS-CoV-2.

"Temuan ini, yang diambil bersamaan, menandakan bahwa kelelawar tapal kuda China mungkin benar-benar inang asli SARS-CoV-2," kata ahli mikrobiologi Dr Yuen Kwok-yung.

Studi yang juga dipimpin oleh Asisten Profesor Jane Zhou Jie, diterbitkan dalam jurnal internasional Nature Medicine pada hari Rabu. Tetapi Yuen mengatakan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan di alam liar untuk mengkonfirmasi asal virus.

Studi ini dilakukan pada spesies kelelawar karena diketahui sebagai pembawa banyak virus Corona terkait. Spesies ini juga diyakini sebagai inang alami virus yang memicu Sars pada tahun 2003, meskipun tidak ada bukti langsung yang dapat ditemukan. Mungkin karena faktor kesulitan mengakses hewan di alam liar.

Studi terbaru mengaitkan keberhasilannya dengan mereplikasi struktur usus kelelawar di lingkungan laboratorium. Asal mula virus Corona telah memicu pergolakan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina. Washington menyalahkan Beijing atas wabah itu, bahkan menyatakan telah menciptakan patogen di laboratorium.

Menanggapi hal itu, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan virus itu mungkin terkait dengan partisipasi Angkatan Darat AS dalam Permainan Dunia Militer yang diadakan di Wuhan, Provinsi Hubei, pada bulan Oktober.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)