Selasa, 19 Mei 2020 10:15 WIB

Riset Ini Bandingkan Risiko Penularan Virus Corona di Kelas-kelas Kebugaran

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona di Korea Selatan: Lebih dari 100 kasus baru Covid-19 muncul terkait kelab malam Seoul, setelah Korsel catat penularan lokal nihil Riset Korea Selatan teliti risiko penularan Corona di pusat kebugaran. (Ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Sebuah kelas kebugaran yang berada di ruang tertutup disebut bisa menjadi jalur baru penyebaran virus Corona COVID-19. Hal ini disampaikan oleh para peneliti di Korea Selatan.

Bukti terkait ini ditemukan pada kelas kebugaran di Cheonan, Korea Selatan. 30 instruktur berpartisipasi dalam kelas tersebut dan berlatih selama empat jam dan tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, setelah dites delapan dari 30 instruktur itu akhirnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

"Semuanya tanpa gejala saat latihan berlangsung," tulis tim peneliti Universitas Rumah Sakit Dankook di dalam jurnal Emerging Infectious Disease, yang dikutip dari CNN, Selasa (19/5/2020).

"Pada 9 Maret lalu, kami mengidentifikasi 112 kasus COVID-19 yang terkait dengan kelas kebugaran di 12 tempat berbeda di Cheonan," tulis mereka.

Setengah dari kasus adalah hasil transmisi langsung dari instruktur ke peserta, lalu menginfeksi orang lain di luar pusat kebugaran zumba. Mereka bertemu hanya selama latihan sekitar 2 kali dalam sepekan, dalam waktu 50 menit. Rata-rata para peserta mulai mengalami gejala tiga hari setelah ikut senam.

Menurut Sukbin Jang dan rekannya dari Dankook, ada beberapa faktor yang mempermudah penyebaran virus. Di antaranya karena ruangan yang lembab dan hangat, serta tekanan udara.

"Kondisi yang hangat, lembab, ditambah dengan turbulensi tekanan udara yang dihasilkan selama latihan fisik yang intens di ruangan tersebut, bisa menyebabkan transmisi tetesan (droplet) lebih dekat," jelasnya.

Dari sekian banyak instruktur, salah satunya mengajar pilates dan yoga. Tetapi, para peneliti mengatakan peserta dari dua jenis olahraga tersebut tidak ada yang tertular virus.

"Kami berhipotesis bahwa intensitas gerakan pilates dan yoga yang lebih rendah tidak menyebabkan efek penularan yang sama seperti zumba dan olahraga yang lebih intens lainnya," kata para peneliti.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)