Sabtu, 23 Mei 2020 13:30 WIB

Tinggal Serumah dengan Ortu dan Bebas Corona, Boleh Sungkem Nggak?

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Traditional ornamental arabic lantern with a burning candle in desert after sunset during blue hour. Festivel greeting card for Ramadan Kareem and Ramadan Mubarak. Dubai, UAE. Lebaran lekat dengan tradisi sungkem. Namun ada yang harus diperhatikan di tengah wabah Corona. (Foto: iStock)
Topik Hangat Sungkem Virtual
Jakarta -

Tradisi sungkeman tak bisa lepas dari perayaan lebaran. Namun ada yang patut diperhatikan, di tengah wabah virus Corona, dokter menyarankan agar menunda dulu sungkeman saat lebaran.

Ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, mengatakan sayangnya ada risiko penularan Corona yang bisa didapatkan saat sungkeman di hari lebaran. Bahkan jika tinggal serumah dan menjalani karantina atau isolasi mandiri selama PSBB.

"Kalau anggota rumahnya tidak ada yang keluar, WFH semua, dengan catatan tidak ada risiko menjadi OTG, sepertinya aman ya. Tetapi coba dinilai lagi, kasihan kalau sungkem. Kan sama orang tua," kata dr Erni kepada detikcom, Kamis (21/5/2020).

Saat ini kebanyakan pasien COVID-19 adalah OTG atau Orang Tanpa Gejala dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi COVID-19. Tentunya, risiko yang ditimbulkan akan jauh lebih besar jika OTG menginfeksi orang tua yang termasuk dalam kelompok rentan tertular virus Corona.

"Kalau tertular dari tradisi yang tidak 'wajib' hukumnya, kasihan," pungkasnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
Topik Hangat Sungkem Virtual