Selasa, 26 Mei 2020 12:12 WIB

UPDATED

Mal Segera Dibuka 5 Juni, Amankah dari Risiko Penularan?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Suasana pusat perbelanjaan yang tampak sepi di tengah mewabahnya virus corona. Seperti terlihat di salah satu mal di Bekasi, Rabu (18/3/2020). Mal segera dibuka 5 juni, bisakah hindari risiko penularan Corona? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan mal-mal di Ibu Kota bisa operasional 5 Juni 2020. Hal itu karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah Jakarta yang akan berakhir 4 Juni 2020.

"Kan PSBB tanggal 4 selesai, ya tentu kita beranggapan tanggal 5 sudah boleh buka dong. Sekarang ditutup karena ada PSBB, di kota-kota lain nggak ada PSBB, buka," kata Ellen kepada detikcom, Senin (25/5/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, mengatakan selama kasus penularan virus Corona belum stabil, maka pembukaan mal-mal tersebut tidaklah aman dilakukan.

"Jadi kalau Kota Bekasi kasus barunya belum nol rasanya belum aman. Kalau kasus barunya belum stabil dalam satu atau dua minggu itu belum aman. Jadi kalau dibuka menurut saya itu berisiko akan menambah kasus baru," jelas dr Miko kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Menurut dr Miko, apabila kasus penularan menjadi semakin bertambah, itu akan lebih untuk dikendalikan.

"Masalahnya sekarang kalau dibuka dengan new normal, dan kasus barunya bertambah banyak itu akan bertambah susah. Jadi ini (harus) hati-hati begitu," ucap dr Miko.

"Jadi kalau dibuka kemudian kasus barunya bertambah banyak, kita tidak bisa kembali lagi," tuturnya.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)