Jumat, 19 Jun 2020 09:27 WIB

Pengunjung GBK Wajib Pakai Masker, Ini Tips Biar Tak Engap Saat Olahraga

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Beautiful female jogger putting protective mask on her face to protect herself from virus or allergy infection. Sunset in background. Saat pakai masker, sebaiknya berolahraga dengan intensitas ringan-sedang (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Pengelola stadion Gelora Bung Karno (GBK) menerapkan sejumlah aturan baru bagi pengunjung. Kewajiban pakai masker tetap berlaku bagi pengunjung kawasan GBK maupun ring road Stadion Utama GBK.

Beberapa aturan baru yang dimaksud antara lain pembatasan jumlah pengunjung yang terbagi menjadi 8 shift. Pengunjung di setiap shift dibatasi maksimal 1.000 orang dengan durasi kunjungan cukup 1 jam.

Akses masuk menuju ring road SUGBK hanya melalui pintu A yang akan dibuka-tutup secara berkala. Sedangkan akses keluar adalah melalui pintu D, E, dan G.

Kewajiban untuk pakai masker tetap berlaku dalam aturan baru tersebut. Nah bagi yang belum terbiasa, beberapa tips ini bisa diterapkan jika ingin tetap bisa olahraga di GBK.

1. Adaptasi

Harus diakui, melakukan aktivitas fisik dengan masker memang tidak senyaman tanpa masker. Namun faktor kebiasaan juga berpengaruh. Sebelum ada pandemi virus Corona COVID-19, para pesepeda umumnya sudah terbiasa gowes pakai masker untuk menangkal polusi.

Bagi yang baru pertama kali mencoba, ada baiknya membiasakan diri terlebih dahulu. Dimulai dengan intensitas paling rendah, lalu ditingkatkan jika sudah mulai terasa nyaman.

2. Batasi hingga intensitas sedang

Ketika menggunakan masker, memang tidak dianjurkan berolahraga dengan intensitas tinggi. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menyebut, olahraga dengan intensitas dan volume tinggi justru memberikan dampak buruk terhadap imunitas.

Untuk sekadar menjaga kebugaran, lebih dianjurkan berolahraga dengan intensitas ringan-sedang yang relatif masih aman dilakukan dengan masker. Selain bisa dipantau dari kenaikan denyut nadi atau heart rate, intensitas olahraga juga bisa diukur dengan tes bicara. Dikatakan intensitas ringan-sedang jika olahraga tersebut masih bisa dilakukan sambil berbicara dengan nyaman.

3. Pilih-pilih masker

Mengingat olahraga butuh asupan atau intake oksigen yang banyak, jenis masker juga harus disesuaikan. Masker medis seperti N95 tentu tidak dianjurkan karena terlalu rapat, menghambat pertukaran udara. Asal dibarengi dengan rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak aman, masker kain sudah cukup aman untuk berolahraga.

4. Bawa masker cadangan

Saat olahraga, masker akan lebih cepat basah baik oleh keringat maupun udara pernapasan. Karenanya, selalu bawa masker cadangan sebagai ganti ketika sudah mulai terasa tidak nyaman. Tanpa berkeringat pun, masker kain dianjurkan untuk selalu diganti tiap 4 jam.

5. Kenali kondisi kesehatan

Jika punya risiko kesehatan seperti masalah jantung dan pernapasan, olahraga pakai masker bisa jadi akan membahayakan. Sebaiknya memilih alternatif olahraga yang tidak harus dilakukan di tempat umum.

Namun ada kalanya, tidak semua orang mengetahui dirinya punya faktor risiko semacam itu. Karenanya, waspadai juga berbagai gejala-gejala seperti mual dan pusing saat berolahraga pakai masker. Segera berhenti sebelum blackout.



Simak Video "Olahraga Pakai Masker, Ini Tipsnya Supaya Aman dan Nyaman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)