Jumat, 12 Jun 2020 17:51 WIB

Gowes Intensitas Tinggi Tak Dianjurkan Pakai Masker

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Pemprov DKI Jakarta utamakan transportasi sepeda terkait mobilitas penduduk saat PSBB transisi. Untuk itu, Pemprov DKI mengatur perihal fasilitas bagi pesepeda. Gowes pakai masker menuai pro dan kontra (Foto: Agung Pambudhy)
Yogyakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menganjurkan pesepeda yang bermasker tidak bersepeda lebih dari 60 menit maupun melintasi medan berat. Mengingat pemakaian masker saat olahraga dengan intensitas tinggi dapat mengurangi asupan oksigen.

Kepala Seksi (Kasie) Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Okto Heru Santosa mengatakan, bahwa saat ini banyak masyarakat yang memilih bersepeda untuk berolahraga sehari-hari. Namun, banyak yang belum tahu dampak dari pemakaian masker saat bersepeda dengan rute yang sangat jauh.

Karena itu, pihaknya berkonsultasi dengan dokter spesialis olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hasilnya, pesepeda yang mengenakan masker dianjurkan untuk tidak bersepeda lebih dari 60 menit dan melintasi medan berat.

"Rinciannya 30 menit pergi dan 30 menit pulang. Karena kalau medannya berat terus menggunakan masker bisa berbahaya untuk intake oksigen," ucapnya saat di Ruang Sadewa, kompleks kantor Wali Kota Yogyakarta, Jumat (12/6/2020).

infografis: Tips Gowes Pakai Masker Tanpa Harus Sesak Napasinfografis: Tips Gowes Pakai Masker Tanpa Harus Sesak Napas Foto: infografis detikHealth

Menurutnya, penggunaan masker dapat menyesuaikan kebutuhan. Seperti halnya memilih masker yang ringan untuk olahraga dengan intensitas sedang.

"Untuk olahraga ringan dan olahraga sedang masih boleh maskeran, tapi untuk (olahraga) yang intensitas berat tidak boleh bermasker," ujarnya.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) tidak merekomendasikan olahraga intensitas tinggi untuk menjaga kebugaran karena justru akan melemahkan imunitas. Olahraga dengan intensitas ringan-sedang lebih memberikan manfaat bagi daya tahan tubuh.

Okto juga meminta pesepeda untuk tidak berhenti di suatu tempat dan berkerumun. Mengingat saat ini masih banyak pesepeda yang berhenti di titik keramaian dan memicu kerumunan.

"Terus kalau memilih tempat istirahat jangan yang memicu kerumunan. Karena biasanya pesepeda itu berhenti di tempat singgah yang ada fasilitas jajan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2