Selasa, 26 Mei 2020 20:00 WIB

Dokter Italia Sebut Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Komplikasi Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hingga kini Inggris memiliki 207 ribu kasus COVID-19 dan tertinggi keempat dunia. Tak ayal, petugas ambulans pun tampak sangat sibuk lalu lalang menjemput para pasien yang terjangkit Corona. Nyeri leher disebut bisa jadi gejala Corona. (Foto: Getty Images/Leon Neal)
Jakarta -

Siapa yang menyangka kalau rasa sakit atau nyeri di bagian leher bisa jadi tanda adanya komplikasi serius dari virus Corona COVID-19. Tim medis dari Italia menyebut virus Corona bisa memicu terjadinya peradangan yang disebut tiroiditis subakut.

Menurut NHS, kondisi itu terjadi karena adanya pembengkakan kelenjar tiroid yang menyakitkan akibat infeksi virus, seperti gondong atau flu. Peradangan ini biasanya datang bersamaan dengan demam, nyeri leher, rahang hingga telinga.

Ini ditemukan saat dokter di Rumah Sakit Universitas Pisa, Italia, merawat seorang wanita usia 18 tahun yang terinfeksi virus Corona karena tertular ayahnya. Wanita tersebut dinyatakan negatif dan pulih, tapi ia mulai mengalami beberapa gejala lain.

Ia mengalami sakit leher, tiroid, demam, dan detak jantung yang meningkat. Wanita tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis menderita tiroiditis subakut yang mungkin disebabkan infeksi virus atau reaksi peradangan pasca terinfeksi.

"Kami melaporkan kasus tiroiditis subakut pertama setelah infeksi virus Corona terjadi. Para dokter harus lebih waspada tentang kemungkinan adanya manifestasi klinis tambahan ini yang berkaitan dengan virus Corona," kata Dr Francesco Latrofa, yang dikutip dari The Sun, Selasa (26/5/2020).

Dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, Dr Francesco mengatakan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 dianggap bisa memicu timbulnya tiroiditis subakut.

Kondisi ini juga bisa terjadi karena kelenjar tiroid, penghasil hormon tubuh dan metabolisme, terlalu banyak melepaskan hormonnya ke dalam darah (tirotoksikosis). Ini menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif dan menyebabkan kecemasan, insomnia, dan jantung berdebar.



Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)