Rabu, 27 Mei 2020 12:11 WIB

dr Tirta Sebut New Normal Cara Baru Putus Rantai Penyebaran Corona

Anjar Mahardhika - detikHealth
dr tirta relawan medis dr Tirta sebut new normal cara baru putus rantai penularan Corona. (Foto: Tangkapan Layar BNPB)
Jakarta -

Pemerintah kini tengah mempersiapkan new normal atau kenormalan baru. Presiden Jokowi bahkan telah mengunjungi beberapa fasilitas umum, seperti stasiun MRT dan pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, untuk melihat kesiapannya.

Seorang dokter dan juga influencer, dr Tirta mengatakan new normal merupakan kondisi hidup berdamai dengan virus Corona. Berdamai dengan Corona adalah mematuhi protokol kesehatan dengan cara adaptasi baru atau yang biasa disebut new normal.

"Maksudnya menerima di sini bukan kita salaman sama COVID, bukan. Saya akan menerangkan maksudnya presiden, beliau kan bilang menerima itu bukan artian 'wis terima wae lah," ujar dr Tirta di siaran langsung BNPB, Rabu (27/5/2020).


"Tetapi COVID ini dikontrol, dia akan selalu ada. Supaya menjadi minimal kita tetap memutus rantai infeksi dengan cara adaptasi baru," sambungnya.

Penerapan new normal ini diharapkan dapat memutus rantai penularan virus Corona dengan cara hidup bersih dan sehat. New normal merupakan kondisi adaptasi gaya baru dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Banyak protokol kesehatan yang nantinya akan terus menjadi keseharian masyarakat, seperti pakai masker cuci tangan, jaga jarak, dan tidak menyentuh hidung, muka, dan mulut.

New normal akan berdampak pada semua aspek kehidupan. Salah satunya adalah gaya hidup masyarakat yang menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS). Tak hanya itu, new normal juga berpengaruh ke banyak sektor seperti tempat makan.

"Let's say restaurant buka, kan ada meja-mejanya. Apa adaptasi barunya? sekarang setiap restaurant, setiap meja dikasih celah plastik,"pungkasnya.



Simak Video "Bersepeda Wajib Gunakan Masker tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)