Rabu, 27 Mei 2020 19:14 WIB

Studi Ini Buktikan Virus Corona Mudah Menyebar di Transportasi Umum

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Warga beraktifitas dan mengantri transportasi umum dengan jarak kurang dari 1 meter di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah menghimbau semua kerumunan umum mempunyai jarak 1 hingga 2 meter (social distance) untuk meminimalisir penyebaran Corona. Namun himbauan tersebut belum Tersosialisasi dengan baik. Studi sebut virus Corona mudah menyebar di transportasi umum. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sebuah studi yang menggunakan simulasi tiga dimensi (3D) mengungkapkan bahwa virus Corona COVID-19 mudah menyebar di dalam transportasi umum.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Oregon, Amerika Serikat, ini membuktikan bahwa orang yang terinfeksi (berwarna merah) bisa menyebarkan COVID-19 hanya dengan berbicara.

Berdasarkan visualisasi grafis yang digunakan, terlihat betapa mudahnya virus Corona itu menyebar dan bergerak di ruang terbatas, seperti transportasi umum. Untuk itu mereka sangat menegaskan pentingnya menjaga jarak sosial dengan orang lain.

"Jika kamu bernapas dan berbicara, tetesan droplet tidak akan terbang jauh. Tapi, itu sudah cukup mengenai teman atau orang yang berada di sekitarmu," jelas Dr Julian, ahli pernapasan di Universitas Leicester, yang dikutip dari 9News, Rabu (27/5/2020).

Tidak hanya di jarak dekat, Dr Kevin Van Den Wymelenberg dari Universitas Oregon mengatakan virus itu bisa menyebar lebih jauh daripada yang disadari. Meski begitu, hal ini bisa dicegah dengan tetap jaga jarak, pakai masker, dan mencuci tangan.

Selain di transportasi umum, Dr Wymelenberg juga menyarankan untuk tempat makan atau perkantoran untuk mulai membuka jendela selebar mungkin dan mematikan pendingin ruangan. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Hal tersebut bisa kamu lakukan untuk membuat ruang yang lebih aman dari virus," lanjutnya.



Simak Video "Tips Hadapi Kehidupan di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)