Kamis, 28 Mei 2020 07:00 WIB

Ilmuwan China Temukan Bukti Baru Tentang Asal Usul Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Ilmuwan China telah menemukan clade virus Corona baru yang berbeda dari pasien yang terhubung dengan pasar makanan laut Huanan, di Wuhan. Bukti ini menunjukkan bahwa pasar mungkin bukan jadi asal dari virus Corona tersebut.

Clade digunakan untuk mendeskripsikan percabangan evolusi suatu organisme. Clade ini merupakan istilah untuk kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dan semua keturunannya juga berasal dari nenek moyang yang sama.

Artinya, hasil dari bukti baru yang ditemukan itu menunjukkan pasar mungkin bukan asal dari virus yang menyebabkan pandemi saat ini. Para ahli dari Shanghai Public Health Clinical Center and the National Research Center for Translational Medicine, mengumpulkan sampel genom virus dari 326 pasien di Shanghai, dalam kurun waktu 20 dan 25 Januari.

Mengutip dari Global Times, mereka mengidentifikasi dua clade utama yang didiagnosis pada awal Desember 2019. Mereka memperhatikan genom dari 6 pasien dengan riwayat kontak dengan pasar tersebut termasuk ke dalam satu jenis clade.

Sementara tiga pasien lainnya yang didiagnosis pada periode yang sama, tetapi tanpa adanya kontak ke pasar dikelompokkan dalam clade lainnya. Mereka memperkirakan dua clade ini masih berasal dari satu sumber, yang mungkin berasal dari Wuhan Desember 2019 lalu.

Walaupun berasal dari satu sumber atau nenek moyang, hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya asal-usul penularan lainnya yang terjadi di Shanghai, bukan dari pasar hewan saja. Meskipun tidak ada perbedaan besar dalam segi penularan, dua clade inilah yang banyak berkontribusi di pandemi saat ini.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)