Selasa, 02 Jun 2020 11:46 WIB

Virus Corona Disebut Semakin 'Lemah', WHO Minta Bukti Ilmiahnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sebuah kota kecil di Italia berhasil mengatasi penyebaran virus corona dengan eksperimen yang tak ada duanya di dunia WHO minta bukti ilmiah dari dokter Italia yang sebut Corona melemah. (Ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, seorang dokter senior Italia sekaligus kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Alberto Zangrillo mengatakan bahwa virus Corona baru kini kehilangan potensinya. Menurutnya, virus penyebab COVID-19 ini sudah tidak semematikan saat awal-awal menyebar.

"Pada kenyataannya, virus ini secara klinis tidak ada lagi di Italia. Dari tes swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir ini menunjukkan viral load secara kuantitatif hasilnya sangat kecil, dibandingkan dengan 1-2 bulan lalu," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menangkis pernyataan Zangrillo. Ahli epidemologi WHO, Maria Van Kerkhove, dan beberapa ahli lain mengatakan pernyataan Zangrillo tidak didukung bukti ilmiah.

Mereka menyebut bahwa pernyataan Zangrillo tidak disertai dengan data yang menunjukkan virus Corona itu sudah berubah secara signifikan. Baik dari segi penularan atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

"Dalam hal penularan, itu tidak berubah. Dalam hal keparahan, itu juga tidak berubah," kata Van Kerkhove yang dikutip dari South China Morning Post, Selasa (2/6/2020).

Pemerintah Italia juga mendesak untuk menunggu terlebih dulu bukti ilmiah tentang virus Corona. Mereka merasa terlalu dini untuk mengklaim negaranya sudah menang dari virus.

"Perlu menunggu bukti ilmiah yang mendukung bahwa virus telah hilang. Saya akan mengundang mereka (para ahli) agar tidak membingungkan warga Italia lagi," jelas Sandra Zampa, salah satu pejabat di Kementerian Kesehatan Italia.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)