Kamis, 04 Jun 2020 12:10 WIB

Kata Dokter Soal Masa Berlaku Surat 'Bebas Corona' Sampai 7 Hari

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ditlantas Polda Metro Jaya perketat pemeriksaan SIKM Jakarta bagi pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota. Pemeriksaan itu salah satunya dilakukan di perbatasan Ilustrasi pemeriksaan surat 'bebas' Corona. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Memasuki new normal akibat pandemi Corona, setiap orang diwajibkan memiliki surat keterangan 'bebas' dari COVID-19 sebelum memasuki suatu wilayah. Salah satu daerah yang menerapkan kebijakan ini adalah DKI Jakarta.

"Sesuai SE (surat edaran) gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 bahwa kebijakan terbaru untuk dokumen bukti tes, bisa dengan swab tes (masa berlaku 7 hari), atau dengan rapid tes (masa berlaku 3 hari)," tulis Pemprov DKI Jakarta dalam akun Twitter miliknya @DKIJakarta, Kamis (28/5/2020).

Soal masa berlaku surat bebas Corona dari hasil tes swab atau rapid test, dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe mengatakan keterangan tersebut kurang tepat. Sebab disebutkan olehnya hasil tes yang sebenarnya hanya valid satu hari saja.



"Di satu sisi, (tes) ini tetap perlu dilakukan untuk meminimalisasi penularan," kata Dirga kepada detikcom, Kamis (4/6/2020).

"Di sisi lain, masyarakat harus paham bahwa hasil pemeriksaan sesungguhnya hanya valid pada saat pengambilan sampel dilakukan. Ketentuan masa berlaku sekian hari sebenarnya tidak punya dasar ilmiah yang jelas," lanjutnya.

Dirga menjelaskan seseorang bisa terinfeksi virus Corona kapan dan di mana pun, bahkan setelah melakukan tes Corona.

"Setelah pemeriksaan dilakukan, sewaktu-waktu seseorang bisa terinfeksi. Jangan sampai timbul false sense of security. Jangan karena hasilnya negatif, lalu seakan merasa bebas ke mana-mana," pungkasnya.



Simak Video "Panduan Beraktivitas di Ruang Publik Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)