Jumat, 05 Jun 2020 15:30 WIB

Melahirkan di Tengah Pandemi Corona, Mending Caesar atau Normal?

Ayunda Septiani - detikHealth
Feet of new born Baby in Hands of parents Melahirkan di tengah pandemi (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Ibu hamil disebut jadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus Corona. Meski para ahli masih mempelajari bagaimana virus Corona COVID-19 rentan pada ibu hamil, mereka percaya perubahan sistem imun yang terjadi pada kehamilan dapat membuat ibu hamil mudah terserang virus Corona dan mengembangkan kondisi yang serius.

Untuk menghindari penularan Corona terhadap sang bayi, mana yang lebih aman untuk persalinan?

Dokter kandungan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG, mengatakan selama pandemi Corona indikasi persalinan sesuai dengan aturan medis, jika ibu dan bayi normal, maka persalinan akan dilakukan normal pula. Tidak ada indikasi untuk harus melahirkan secara caesar.

"Pandemi ini sebenernya nggak ada indikasi untuk melahirkan secara caesar, jadi indikasi persalinan sesuai dengan medis saja, dari ibu dan bayi kalau semuanya normal bisa dilakukan persalinan secara normal," ujar dr Diana kepada detikcom, Jumat (5/6/2020).

"Kalau misal tidak mungkin dilakukan persalinan normal, ya dilakukan persalinan caesar, pandemi bukan merupakan indikasi seorang pasien harus melakukan operasi caesar," tambahnya.

dr Diana menambahkan, bila ibu hamil yang akan melakukan persalinan normal ada baiknya melakukan screening Corona terlebih dahulu.

"Dilakukan screening terlebih dahulu, jadi ketika memasuki kehamilan ke-37 atau 38 minggu, akan dilakukan pemeriksaan COVID-nya, tergantung dari fasilitas kesehatan masing-masing," lanjut dr Diana.

Menurut dr Diana pemeriksaan itu wajib dilakukan terutama untuk ibu hamil yang mau melakukan persalinan baik itu normal atau caesar.



Simak Video "Imunitas Tiap Orang Berbeda, Perhatikan Faktor yang Memengaruhinya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)