Selasa, 09 Jun 2020 13:37 WIB

GBK dan Tempat Umum Dipadati Pengunjung, Tandanya Mulai Tidak Takut Corona?

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu pagi pertama era PSBB masa transisi Jakarta di GBK. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom) Foto: Minggu pagi pertama era PSBB masa transisi Jakarta di GBK. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Di media sosial ramai perdebatan terkait penyebab meninggalnya pasien Corona. Sementara itu fasilitas umum seperti Gelora Bung Karno (GBK) hingga Kanal Banjir Timur ramai oleh aktivitas warga di akhir pekan lalu.

Fenomena tersebut dikhawatirkan jadi tanda-tanda masyarakat yang mulai abai atau meragukan bahaya virus Corona COVID-19. Padahal wabah Corona belum berlalu, terlihat dari data kasus aktif yang masih terus meningkat di Indonesia.

"Iya, saat ini ada kecenderungan masyarakat mulai meremehkan penyakit ini," kata spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari Omni Hospitals Pulomas beberapa waktu lalu.

Apa yang terjadi saat ini dijelaskan oleh influencer kesehatan dr I Made Cock Wirawan disebabkan oleh berbagai faktor. Pria yang mengelola akun Twitter @blogdokter ini menyebut maraknya teori konspirasi, desakan faktor ekonomi, dan keraguan kebijakan pemerintah berperan membuat sebagian masyarakat sepertinya tak peduli terhadap ancaman virus Corona.

"Jadilah mereka abai dengan COVID-19. Lagian narasi penyakit ini tidak ada, tidak membunuh, penyakit biasa terus memborbadir masyarakat," kata dr Made pada detikcom dan ditulis Selasa (9/6/2020).

Untuk memperbaikinya dr Made mengatakan perlu ketegasan dari pemerintah. Sanksi tegas harus diterapkan bila ingin masyarakat benar-benar disiplin terhadap protokol kesehatan hingga akhirnya ancaman wabah Corona mereda.

"Di sinilah peran pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Mereka punya alat penegak hukum, tindak dengan tegas para pelanggar. Buktinya sekarang para pelanggar PSBB bisa seenaknya tanpa tindakan," kata dr Made.

"Lihatlah negara negara yang hukumnya tegas seperti Singapura, Malaysia, dan lain-lain. Mereka bisa tertib dan terbukti sukses menurunkan kurve,"pungkasnya.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)