Rabu, 10 Jun 2020 05:30 WIB

Kontroversi Terkini WHO: Penularan Virus Corona pada OTG Jarang Terjadi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Demonstrators attend a Black Lives Matter protest to express solidarity with US protestors in Sydney on June 6, 2020 and demand an end to frequent Aboriginal deaths in custody in Australia. (Photo by SAEED KHAN / AFP) Kerumunan dalam aksi solidaritas untuk George Floyd dibayangi risiko penularan virus Corona (Foto: AFP/SAEED KHAN)
Jakarta -

Sebuah pernyataan kontroversial kembali dilontarkan seorang ilmuwan organisasi kesehatan dunia WHO. Dikutip dan disebarkan oleh banyak media, kepala unit penyakit emerging dan zoonosis Maria Van Kerkhove menyebut penularan virus Corona COVID-19 pada orang tanpa gejala (OTG) tampaknya jarang terjadi.

"Dari data yang kami punya, kelihatannya masih jarang OTG benar-benar menularkan ke orang lain," katanya dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss, Senin lalu.

Kurang dari 24 jam, WHO meluruskan pernyataan tersebut. Ditegaskan, masih banyak hal yang tidak diketahui soal itu. Klarifikasi ini menyusul kritik dari berbagai kalangan tentang pernyataan bahwa penularan virus corona pada OTG jarang terjadi.

Van Kerkhove berdalih, pernyataan itu bukan merupakan kebijakan WHO. Ia melontarkan pernyataan tersebut semata-mata untuk menjawab sebuah pertanyaan 'kompleks' dan akhirnya memicu kesalahpahaman.

"Saya menggunakan istilah 'sangat jarang' dan saya pikir bahwa ada kesalahpahaman dalam menyatakan 'penularan tanpa gejala secara global adalah sangat jarang'," katanya.

"Apa yang saya rujuk adalah sebuah subset penelitian, saya juga merujuk beberapa data yang belum dipublikasikan," lanjutnya, dikutip dari Foxnews.

Perbedaan definisi tanpa gejala atau asymptomatic menambah kebingungan terkait pernyataan tersebut. Beberapa orang yang terinfeksi virus Corona memang tidak pernah menampakkan gejala alias fully asymptomatic, tetapi ada juga yang gejalanya baru muncul belakangan. Kondisi yang terakhir disebut, dikenal sebagai pre-symptomatic.

Perihal risiko penularan virus Corona pada OTG menjadi perbincangan di Amerika Serikat menyusul aksi protes terkait kematian George Floyd. Walikota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, mengingatkan bahwa para demonstran berisiko saling menularkan virus.

"Jika Anda ikut demo semalam, Anda mungkin perlu melakukan tes COVID pekan ini," pesannya.



Simak Video "Cerita OTG yang Akhirnya Sembuh dari COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)