Minggu, 14 Jun 2020 18:02 WIB

Benarkah Mutasi Membuat Virus Corona Lebih Mudah Menular?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China Benarkah mutasi virus Corona membuat lebih mudah menular? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Para peneliti di Florida mengatakan virus Corona COVID-19 telah bermutasi dan membuat lebih mudah menginfeksi sel manusia. Disebutkan, jika temuan ini dapat dikonfirmasi lebih lanjut, dapat memperkuat dugaan mutasi Corona yang menyebabkan pandemi belum juga berakhir.

Para peneliti di Scripps Research Institute di Florida mengatakan mutasi SARS-CoV-2 mempengaruhi protein spike. Protein spike pada virus merupakan struktur yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel tubuh inangnya.

"Virus dengan mutasi ini jauh lebih menular daripada virus yang tidak memiliki mutasi dalam sistem kultur sel yang kami gunakan," kata virolog Scripting Research Hyeryun Choe, yang membantu memimpin penelitian ini, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

WHO sebelumnya meyakini mutasi virus Corona COVID-19 tidak akan mempengaruhi kemanjuran vaksin yang sedang dikembangkan. Pekan lalu, WHO juga mengatakan mutasi tidak membuat virus Corona lebih mudah menular, juga tidak membuat virus Corona lebih mungkin menyebabkan penyakit serius.

Choe dan rekannya menjalankan serangkaian percobaan di laboratorium. Di mana mutasi yang disebut D614G dalam penelitiannya ditemukan lebih mudah untuk masuk ke dalam sel. Makalah penelitian itu juga dikirimkan Choe dan timnya ke William Haseltine, seorang ahli virologi, dari perusahaan bioteknologi dan ketua Access Health International.

"Ini penting karena menunjukkan virus dapat berubah, memang berubah untuk keuntungannya dan mungkin merugikan kita," kata Haseltine kepada CNN.

"Suatu saat di pertengahan Januari, ada perubahan yang memungkinkan virus Corona menjadi lebih menular. Itu tidak berarti lebih mematikan. Itu membuatnya sekitar 10 kali lebih menular," jelas Haseltine.



Simak Video "WHO: Ketersediaan Vaksin Harus Dibarengi Distribusi yang Adil"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)