Selasa, 16 Jun 2020 19:45 WIB

Bintang Emon Pastikan Negatif, Tes Narkoba Bisa Pakai 5 Bagian Tubuh Ini

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Bintang Emon Bintang Emon. (Foto: Dok. Instagram/bintangemon)
Jakarta -

Dituding sebagai pemakai narkoba, komika Bintang Emon ramai diperbincangkan warganet. Namun, Bintang membuktikan bahwa dirinya negatif narkoba.

Bintang melakukan tes narkoba di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Jakarta Barat. Hasil tes ia tunjukkan melalui unggahan di akun instagramnya, Senin (15/6/2020).

"Pasien diperiksa di RS Pondok Indah Puri Indah dan dilakukan pemeriksaan urin test Amphetamine, Opiates Coccaine, Marijuana (THC), dan Benzodiazepine hasilnya dinyatakan negative," begitu isi surat keterangan dari rumah sakit untuk Bintang.

Dalam tes narkoba, ada beberapa bagian tubuh yang bisa diuji, mulai dari darah, rambut, hingga keringat. Berikut adalah lima bagian tubuh yang bisa digunakan untuk tes narkoba, dikutip dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN):

1. Urine

Tes urine merupakan salah satu cara paling umum dalam mendeteksi narkoba pada seseorang. Beberapa jenis narkoba yang bisa dideteksi melalui tes urine adalah kokain, ganja, heroin, dan lain-lain.

Namun, ada beberapa kekurangan dalam pengujian narkoba melalui tes urine, seperti mudah tercampur dan tertukar, sehingga bisa menimbulkan hasil yang keliru.

2. Darah

Umumnya darah yang diambil adalah dari pembuluh darah vena di bagian lengan dengan menggunakan jarum. Namun, sayangnya konsentrasi narkoba di dalam darah tidak sebanyak di urine.

Meski demikian, uji narkoba dengan tes darah juga ada kelebihannya. Salah satunya adalah sampel darah tidak mudah untuk dipalsukan.

Selain itu, jangka waktu pemakaian narkoba terakhir juga bisa diperkirakan melalui tes darah.

3. Rambut

Tes narkoba dengan rambut biasanya digunakan untuk mendeteksi pemakaian narkoba dalam jangka waktu yang relatif lebih lama, umumnya selama sampai 90 hari ke belakang. Tes rambut bisa mendeteksi berbagai jenis penggunaan narkoba, seperti kokain, ganja, opiat, methamphetamine, dan phencyclidine.

4. Air liur

Tes narkoba juga bisa dilakukan melalui air liur atau saliva. Alat yang digunakan berupa rapid saliva test. Saliva merupakan cairan di rongga mulut yang terdiri dari sekresi kelenjar ludah besar (mayor) dan kecil (minor).

Namun, tes air liur ini hanya bisa dilakukan untuk mereka yang baru mengonsumsi narkoba. Biasanya sampel diambil 10 menit setelah pemakaian narkoba.

Jenis yang bisa dideteksi pun terbatas dan hanya untuk pemakaian narkoba dengan cara inhalan atau dihirup dan dihisap saja yang dapat terdeteksi. Misalnya, ganja, sabu, dan blotter paper yang ditempelkan pada lidah seperti lysergic acid diethylamide (LSD).

5. Keringat

Mekanisme tes narkoba menggunakan sampel keringat bergantung pada potensial hidrogen (pH) atau tingkat keasaman keringat. Pada narkoba yang bersifat basa, ekskresi atau pembuangan zat-zat sisa metabolisme akan meningkat di keringat.

Meski pengambilan sampel lebih mudah karena tidak perlu melukai dan tak mudah dipalsukan, namun tes keringat memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya, masih banyak laboratorium yang belum bisa melakukan tes ini dan tes keringat tidak bisa dilakukan pada kulit yang terluka ataupun banyak rambut.



Simak Video "Peneliti Kemenkes Ungkap Risiko Bila Ganja Tetap Dijadikan Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)