Rabu, 17 Jun 2020 10:30 WIB

FDA Tarik Izin, Brasil Tetap Pakai Klorokuin untuk Anak dan Ibu Hamil

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Obat virus corona: WHO lanjutkan uji coba obat hidroksiklorokuin untuk menangkal Covid 19, setelah studi tentangnya ditarik Ditarik FDA, Brasil tetap gunakan klorokuin untuk sembuhkan pasien Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Otoritas Kesehatan Brasil pada Senin (15/6) menyebut tetap menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin untuk pasien Corona kelompok anak dan ibu hamil. Mereka juga mengkritisi keputusan Food and Drug Administration (FDA) AS karena mencabut penggunaan darurat obat tersebut.

"Studi yang dipakai oleh FDA tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk Brasil atau seluruh dunia," kata Mayra Pinheiro, seorang pejabat Kementerian Kesehatan Brasil dikutip dari CNN International.

"Tugas kami adalah menyelamatkan hidup degan satu-satunya obat yang terbukti bekerja dan menunjukkan hasil yang baik dalam berbagai keadaan di Brasil," sambungnya.

Penelitian di seluruh dunia disebut meragukan keefektivitasan klorokuin dan hidroksiklorokuin sehingga FDA pada akhirnya menentukan bahwa obat antimalaria tersebut tidak memenuhi 'kriteria wajib' untuk penggunaan darurat.

Tetapi Pinheiro menolak penelitian FDA dan menyebut kualitas metodologi mereka 'mengerikan'.

Meski demikian Organisasi Dokter Pediatrik Brasil mengeluarkan panduan yang menyarankan klorokuin atau hidroksiklorokuin hanya boleh diresepkan pada anak dengan kontrol yang ketat dan persetujuan orang dewasa. Tidak ada data yang cukup untuk membuktikan bahwa hidroksiklorokuin atau klorokuin aman atau efisien untuk anak-anak dan remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia masih mengkaji penggunaan hidroksiklorokuin dalam Solidarity Trial, sebuah studi klinis multi-negara dari opsi perawatan COVID-19 Tetapi sebuah percobaan di Inggris, yang disebut Recovery Trial, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk berhenti menggunakan hidroksiklorokuin tidak ada manfaatnya.

liga inggris


Simak Video "Alasan WHO Minta Penggunaan Klorokuin untuk Pasien COVID-19 Disetop"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)