Kamis, 18 Jun 2020 05:50 WIB

Round Up

Pesan Dokter Soal Dexamethasone, 'Obat Dewa' yang Sembuhkan Pasien Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Para peneliti dari Universitas Oxford menemukan kemanjuran dari obat dexamethasone. Obat itu terbukti membantu menyelamatkan pasien Corona dengan sakit parah. Dexamethasone cukup populer dengan julukan 'obat dewa' alias dewamethasone (Foto: Getty Images/Matthew Horwood)
Jakarta -

Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, mengatakan memiliki bukti kemanjuran obat dexamethasone untuk menyelamatkan pasien Corona bergejala berat. Di penelitian itu, obat ini mengurangi sepertiga kematian pasien yang menggunakan ventilator, dan seperlima kematian pasien dengan bantuan oksigen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyambut hasil uji klinis tersebut. Disebutkan bahwa manfaat obat dexamethasone ini hanya terlihat pada pasien sakit parah dengan virus Corona COVID-19. Studi tidak mengamati pada pasien Corona dengan penyakit ringan.

"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan virus Corona COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, yang dikutip dari laman resmi WHO, Rabu (17/6/2020).

Obat dexamethasone biasa digunakan untuk mengurangi peradangan. Obat jenis anti-inflamasi ini digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, seperti alergi, asma, eksim, radang sendi, hingga gangguan pernapasan. Influencer kesehatan sekaligus spesialis jantung dari dr Vito A Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FAsCC, dari Siloam Hospital Lippo Village, mengatakan dexamethasone sering kali disebut 'obat dewa' karena bisa menghilangkan gejala itu dengan cepat.

"Kenapa sering dipakai? Umumnya pasien ke dokter itu karena ada keluhan gatal, nyeri, kemerahan... itu adalah reaksi normal dari peradangan. Jadi entah karena infeksi, alergi, atau sebab lain reaksi itu dalam kadar tertentu akan muncul. Bayangkan, pasien tentu ingin keluhan cepat hilang. Nah dexamethason ini menurunkan reaksi tubuh kita terhadap reaksi radang," papar dr Vito pada detikcom, Rabu (17/6/2020).

Namun, dr Vito mengingatkan bahwa dexamethasone bukan obat yang bisa sembarangan dibeli dan dikonsumsi. Efek samping dexamethasone diketahui bisa menyebabkan masalah dispepsia atau sering disebut awam gangguan maag.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan dexamethason termasuk golongan obat keras. Efek sampingnya mulai dari tekanan darah naik, gula darah naik, daya tahan tubuh menurun, hingga tulang keropos bila dipakai dalam jangka panjang.

"Yang jelas mesti resep dokter, dokter pun mesti hati-hati memberikan," pungkas dr Ari yang juga seorang konsultan kesehatan pencernaan.

Ditegaskan juga oleh dr Ari, obat ini tidak mencegah maupun membunuh virus Corona. Dalam riset yang belakangan banyak dibicarakan, obat ini berfungsi meredakan reaksi radang akibat infeksi virus Corona.

Adapun efek samping lain yang bisa muncul saat mengkonsumsi dexamethasone ini yang mirip reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, lemas, hingga penglihatan kabur.

liga inggris


Simak Video "Peneliti Ungkap Dexamethasone Manjur untuk Pasien Corona Sakit Parah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)