Jumat, 19 Jun 2020 10:39 WIB

Perempuan Diduga Dokter Telanjang di Surabaya, Ini Penyebab Gangguan Jiwa

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi berdoa. Beban psikologis dapat jadi pemicu gangguan jiwa. (Foto ilustrasi: Istock)
Jakarta -

Di media sosial viral video yang menunjukkan seorang perempuan telanjang di jalanan kota Surabaya. Menurut pengakuan ketua RT setempat, perempuan tersebut adalah seorang dokter yang memang diketahui memiliki riwayat depresi.

"Saya kurang tahu persis apakah dia punya depresi. Tapi dulu pernah saat kelahiran anaknya yang ke berapa gitu, beliau depresi. Tapi gak seperti yang viral gitu. Ini saja sudah lama bertahun-tahun nggak depresi, itu menurut keterangan pembantunya saat saya tanya," kata sang Ketua RT, Darojat, pada detikcom.

Darojat membantah isu viral yang menyebut sang perempuan 'stres' karena suami dan anaknya meninggal terinfeksi virus Corona COVID-19. "Sebenarnya ini masalah internal. Tidak perlu diviralkan seperti itu videonya. Orangnya baik, kooperatif dan gak cuek. Apalagi, dia suka membantu tetangga juga membantu orang yang kesusahan di sekitarnya," tandas Darojat.

dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari RS dr. H. Marzoeki Mahdi di Bogor mengatakan masalah gangguan jiwa sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Bila ditangani dengan baik, gangguan jiwa bisa diobati. Oleh karena itu masyarakat sebaiknya tidak melakukan diskriminasi yang akan semakin mempersulit pengobatan.

"Bila melihat dan menemukan orang dengan gangguan jiwa, segeralah menghubungi dinas sosial, aparat keamanan, atau pemerintahan setempat agar bantuan dapat segera diberikan. Hindari melakukan hal-hal yang melecehkan dan merendahkan harkat serta martabat mereka sebagai manusia," kata dr Lahargo saat dihubungi terpisah.

dr Lahargo menjelaskan gangguan jiwa dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari genetik, proses persalinan, penyakit, trauma, beban psikologis, hingga penggunaan narkoba.

"Semuanya itu membuat keseimbangan zat kimia di otak menjadi berubah dan tidak stabil. Inilah yang memunculkan adanya perubahan pada cara berpikir, perasaan, sikap, dan perilaku," papar dr Lahargo.



Simak Video "Dengerin Musik Bertempo Lambat dan Nyanyi Bersama Bisa Minimalisasi Stres"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)