Senin, 22 Jun 2020 13:32 WIB

Deretan Negara Asia yang Berisiko Hadapi Gelombang Kedua Corona Termasuk RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Negara asia yang disebut berisiko alami gelombang kedua Corona. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Lonjakan kasus baru Corona di China membuat kekhawatiran terkait gelombang kedua virus Corona COVID-19. Wabah kedua di China yang berpusat di Beijing melaporkan 184 kasus baru sejak pekan lalu dan pemerintah setempat membatalkan sejumlah penerbangan domestik, melarang perjalanan keluar, dan memberlakukan lockdown di beberapa wilayah.

Paul Ananth Tambyah, presiden Asia-Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection mengatakan negara dan komunitas yang paling berisiko terkena gelombang kedua adalah mereka yang mengalami kasus penularan lokal berkelanjutan. Artinya, penambahan kasus Corona harian disebut Tambyah mencapai ratusan bahkan ribuan.

"Meskipun dapat dikatakan bahwa ini masih merupakan ujung dari gelombang pertama, kemungkinan ada banyak rantai transmisi di negara-negara yang belum terputus," kata Tambyah, dikutip dari South China Morning Post, Senin (22/6/2020).

Negara Asia mana saja yang disebut berisiko alami gelombang kedua virus Corona?

1. India

Negara-negara dengan infeksi tinggi yang disinggung Tambyah termasuk India, yang pada hari Jumat mencatat lonjakan satu hari tertinggi dari 13.586 kasus virus Corona, dengan total menjadi 380.532, tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brazil, dan Rusia. Korban tewasnya mencapai 12.573.

Sementara itu, mengutip worldometers pada Senin (22/6/2020) total kasus Corona di India telah mencapai 426,910 kasus. Sementara yang sembuh sebanyak 237.252 kasus, dan total meninggal ada 13,703 kasus.

2. Pakistan

Negara lain yang disoroti adalah Pakistan, 136 kematian dilaporkan pada hari Jumat, sehingga totalnya menjadi 3.229 kasus. Total infeksi keseluruhan menjadi 165.062.

Saat ini Pakistan melaporkan penambahan kasus kematian sebanyak 89 kasus sehingga total menjadi 71.458. Sementara total kasus sebanyak 181.088 kasus dengan total pasien sembuh 71.458 kasus.

3. Indonesia

Indonesia juga disoroti Tambyah sebagai negara Asia dengan laporan infeksi tinggi ketika target uji spesimen Presiden Joko Widodo mencapai 20 ribu. Indonesia melaporkan 1.331 infeksi virus Corona baru pada hari Kamis, peningkatan dalam satu hari terbesar sejak wabah Corona lokal merebak, sehingga jumlah total kasus menjadi 42.762.

Hingga saat ini Indonesia telah memiliki 45.891 kasus yang terkonfirmasi positif Corona. Angka sembuh jauh lebih tinggi daripada angka kematian yaitu 18.404 kasus. Sementara total kematian dilaporkan sebanyak 2.465 kasus.



Simak Video "BPOM Akan Cabut Izin Darurat Vaksin COVID-19 Jika Terlalu Berisiko"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)