Selasa, 23 Jun 2020 10:32 WIB

Ilmuwan Gunakan Teknologi Nano untuk Lindungi Tubuh dari Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Scientist Working in The Laboratory Ilmuwan gunakan teknologi nano untuk lawan virus Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Virus CoronaCOVID-19 menyerang paru-paru manusia hingga membuat penderitanya sulit untuk bernapas, dan tak jarang menyebabkan banyak kematian. Untuk mengatasinya, sebuah penelitian menunjukkan penggunaan teknologi nano untuk melindungi paru-paru, dengan cara menyerap sel-sel virus COVID-19 lalu mengeluarkannya dari tubuh.

Penemuan teknologi ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Boston University's National Emerging Infectious Diseases Laboratories (NEIDL) dan University of California San Diego. Teknologi ini memiliki manfaat besar untuk memerangi virus Corona dan juga bisa diterapkan pada pengobatan influenza serta Ebola.

Saat menyerang manusia, virus menggunakan sel paru-paru yang hidup untuk mereplikasi meteri genetiknya sendiri. Para ahli memanfaatkan interaksi pelacakan sel paru ini untuk menciptakan tetesan polimer yang ada di membran sel paru-paru, yang memang bertugas untuk mengalihkan virus dari jaringan paru-paru.

Teknologi nano 'spons' ini disebut mengikat virus lebih baik daripada sel hidup. Ini juga digadang sebagai penanggulangan penyakit COVID-19 yang efektif.

"Perkiraan kami, teknologi nano ini bertindak sebagai umpan. Itu adalah potongan-potongan plastik kecil yang berbentuk bagian luar sel, tanpa bagian internalnya yang membantu mengeluarkan virus dari tubuh manusia. Secara konseptual, ide ini sangat sederhana," kata Anthony Griffiths, ahli mikrobiologi dari NEIDL, yang dikutip dari IFL Science, Selasa (23/6/2020).

Dengan adanya teknologi nanosponges ini, para ahli berharap bisa bekerja secara efisien di dalam tubuh. Saat nanosponges ini berhasil mengikat virus di dalam sel, sistem kekebalan tubuh akan membuangnya seperti yang biasa terjadi pada sel-sel mati.

Proses itu merupakan bagian dari siklus sel yang normal. Selain itu, para ilmuwan juga berharap teknologi ini bisa membantu pasien COVID-19 dengan menyerap sinyal sel untuk memicu respon imun tubuh yang berlebihan.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)