Selasa, 23 Jun 2020 21:45 WIB

Pulang Kemalaman? Ini Tips Agar Tak Bablas Ketiduran di KRL

Ayunda Septiani - detikHealth
Moscow, Russia - October 29, 2019: People in the city subway. Somebody sleeping, Other using mobile phone. Travelling culture. Ketiduran di kereta (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Belum lama ini seorang pria bernama Abdul ramai jadi perbincangan, karena dirinya bablas ketiduran di KRL dan terkunci di dalam gerbong. Kisahnya tersebut viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/6/2020) lalu saat Abdul naik KRL dari stasiun Manggarai tujuan stasiun akhir Bekasi. Ia mengaku ketiduran di dalam kereta sehingga tidak mengetahui ketika keretanya telah sampai di tujuan akhir.

Ternyata, ketiduran di KRL sangat umum dialami para anker alias anak kereta. Nah buat antisipasi, berikut ada beberapa tips dari anak kereta agar tidurnya tidak kebablasan.

"Biar ga bablas pas tidur di kereta, mending jangan pake earphone dan tidurnya jangan dibikin terlalu nyenyak, karena kalau terlalu nyenyak kita nggak bisa dengar pengumuman sudah sampai di stasiun mana kita," ujar Grace (23), serang pengguna KRL, kepada detikcom Selasa (23/6/2020).

Pengguna KRL lain, Ridwan (21) punya tips yang lebih unik. Menurutnya, bablas ketiduran bisa diantisipasi dengan menuliskan kata-kata dan ditempel di badan agar bisa dibangunkan oleh penumpang sesampainya di stasiun tujuan.

"Tulis aja di kertas taruh badan dengan tulisan bangunin saya di stasiun yang akan dituju misal 'Tolong bangunin saya di stasiun Rawa Buntu' otomatis kita bisa liat masih adakah orang yang peduli sama lingkungan sekitar," kata Ridwan.

"Atau mungkin ada yang bodo amat. Yang kedua, coba kalau tidur di KRL, earphone, airpods di lepas satu karena biar tahu kita sampe stasiun mana, dan gak kebablasan juga," pungkas Ridwan.

Sementara itu, Nura (25), mengaku tidak menerapkan trik apapun untuk mencegah kebablasan. Satu-satunya cara, menurutnya adalah dengan tidak tidur. Berdiri saat di kereta bisa menjadi solusi agar nggak ketiduran.

"Nggak ada haha.. orang aku aja bablas. Tapi paling ya, kalo udah cape banget, jangan duduk deh mending berdiri aja jadi nggak nyaman juga kalau mau merem. Terus denger lagu paling," tutup Nura.

Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, mengatakan bahwa sering ketiduran di KRL bukanlah hal yang baik. Kondisi itu, menurutnya menandakan bahwa seseorang kurang tidur, baik kualitas maupun kuantitas.

"Nah kalo tipsnya, tidur musti cukup, minimal tujuh jam," pungkas dr Ade, sapaan akrabnya.



Simak Video "Tips dr Reisa Agar Aman Naik KRL saat Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)