Jumat, 26 Jun 2020 17:45 WIB

Ahli Ingatkan Terapi Plasma Darah Bukan untuk Cegah Virus Corona

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya. Ilustrasi plasma darah untuk menangani pasien Corona. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Banyak rumah sakit yang saat ini mulai melakukan terapi plasma konvalasen atau donor plasma darah bagi pasien yang terinfeksi virus Corona. Terapi ini diketahui sebagai salah satu alternatif pengobatan yang diberikan ke pasien dengan kondisi berat.

Pada umumnya prinsip terapi plasma konvalasen adalah pemberian plasma darah pasien yang sudah dinyatakan sembuh virus Corona kepada pasien yang masih dalam pengobatan. Sebab, pasien yang sudah dinyatakan sembuh diketahui memiliki antibodi terhadap virus tersebut.

Namun perlu diingat, terapi plasma konvalasen ini sifatnya pengobatan untuk pasien dengan gejala berat. Bukan sebagai pencegahan terhadap terinfeksi virus Corona. Terlebih hingga saat ini belum terdapat obat khusus untuk mengobati pasien virus Corona secara spesifik.

"Plasma konvalesen ini adalah salah satu pilihan karena obat khusus untuk COVID-19 ini belum ada. Walaupun ada, obat-obat yang diberikan sekarang sifatnya empiris," ujar dr Erlina Burhan, SpP, ahli paru dari RSUP Persahabatan, dalam siaran langsung di BNPB, Jumat (26/6/2020).

"Plasma konvalesen salah satunya yang akan kita berikan untuk pasien dalam kondisi yang berat," sambungnya.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio, menyebut terapi plasma konvalasen ini merupakan imunisasi pasif dan bukan pengganti vaksin untuk pasien virus Corona. Terapi plasma konvalasen ini diharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien yang terinfeksi virus Corona.

"Jadi plasma konvalesen ini adalah terapi jadi sekali lagi bukan pencegahan. jadi dia tidak menggantikan vaksin," ujar Prof Amin dalam siaran langsung BNPB pada Jumat (26/6/2020).



Simak Video "Dugaan Kasus Reinfeksi Covid-19 Pertama di Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)