Senin, 29 Jun 2020 14:31 WIB

Beda Penggunaan Dexamethasone dan Klorokuin untuk Pasien Corona di RI

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi obat Ilustrasi obat klorokuin dan dexamethasone. (Foto: iStock)
Jakarta -

Hingga saat ini obat atau vaksin yang digunakan untuk penyembuhan pasien virus Corona COVID-19 belum ditemukan. Namun ada beberapa obat yang dinilai efektif untuk menangani pasien Corona, di antaranya dexamethasone dan klorokuin.

Di Indonesia sendiri penggunaan obat dexamethasone dan klorokuin masih dalam tahap uji klinis. Untuk dexamethasone, sejauh ini disebutkan oleh dr Agus Dwi Susanto SpP(K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam siaran langsung di BNPB, Senin (29/6/2020), beberapa sejawat sudah menggunakannya bagi beberapa pasien kondisi tertentu.

"Dexamethasone hanya digunakan pada pasien dengan alat bantu napas atau ventilator dan juga terapi oksigen," kata dr Agus.

"Tetapi pada pasien positif yang tidak menggunakan alat bantu pernapasan ternyata tidak menunjukkan dampak yang baik. Artinya hasil riset menunjukan dexamethasone hanya pada pasien berat yang menggunakan ventilator," tambahnya.

Sementara untuk klorokuin yang penggunaannya sudah cukup lama, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum digunakan, di antaranya:

  1. Dewasa di bahwa 50 tahun
  2. Tidak punya masalah terhadap jantung
  3. Pada anak hanya diberikan pada kasus berat dan kritis dengan pengawasan ketat
  4. Harus dilakukan pada pasien rawat inap bukan rawat jalan karena ada efek samping yang harus dipantau dan hanya bisa dilakukan di RS
  5. Apabila ada efek samping dari penggunaan klorokuin, dihentikan.

"Klorokuin hanya pada pasien rawat inap usia dewasa sampai 50, tidak ada masalah jantung dan tidak timbul efek samping yang berat. Tentu pertimbangan ini yang menjadi dasar obat itu tidak boleh digunakan secara sembarangan," tegasnya.

dr Agus menegaskan, sehubungan dengan penggunaan dexamethasone dan klorokuin pada pasien Corona, masyarakat diimbau tidak menggunakannya secara sembarangan. Karena obat ini digunakan hanya atas rekomendasi dokter dan ada indikasi yang sudah ditetapkan.



Simak Video "Peneliti Ungkap Dexamethasone Manjur untuk Pasien Corona Sakit Parah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)