Kamis, 02 Jul 2020 09:33 WIB

Pasien Corona Tanpa Gejala Juga Bisa Alami Kerusakan Paru Permanen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
10 Juta Orang di Dunia Tertular Virus Corona, Bisa Capai 20 Juta di September Pasien corona tanpa gejala juga bisa alami kerusakan paru permanen. (Foto ilustrasi: ABC Australia)
Jakarta -

Virus Corona menimbulkan gejala yang beragam pada tiap pasien. Beberapa mungkin hanya mengidap kondisi ringan namun lainnya lebih buruk sehingga harus mendapat bantuan oksigen atau ventilator.

Tapi ada beberapa kelompok yang tidak menunjukkan gejala COVID-19 sama sekali saat terinfeksi yang disebut pasien asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG). Meski tampak 'sehat', sebuah pemeriksaan menunjukkan banyak OTG memiliki kerusakan paru jangka panjang sama seperti pasien dengan kondisi parah.

Dikutip dari Medical Daily, para ilmuwan di Scripps Research Institute menemukan penemuan mengejutkan bahwa OTG, yang tidak menunjukkan gejala Corona, juga berisiko mengalami kerusakan paru-paru yang fatal.

Mereka mengetahui ini setelah memeriksa CT Scan pasien COVID-19 tanpa gejala dari kapal pesiar Diamond Princess. Peneliti juga memperhatikan bahwa pasien OTG ini mengalami kerusakan paru yang cukup parah walau tak menunjukkan gejala sama sekali.

Sementara itu, pemeriksa medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan betapa buruknya COVID-19 merusak paru pasien yang mengidap kondisi berat Corona.

"Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa menjadi mengerikan. Itu bisa menghancurkan paru-paru. Biarkan saya katakan saja. Ketika orang tersebut meninggal, Anda melihat paru-parunya tidak terasa dan terlihat seperti paru-paru lagi," jelas Thogmartin yang menggambarkan kondisi paru pemeriksaan post-mortem pada pasien COVID-19.

Meski demikian pemeriksa mengatkaan ini tidak berarti semua pasien OTG akan mengidap kerusakan paru jangka panjang. Namun kondisi tersebut adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Awal tahun ini, Johns Hopkins Medicine membahas secara menyeluruh efek virus Corona pada paru-paru. Para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center mengatakan COVID-19 dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom pernapasan akut pada pasien.



Simak Video "'OTG' Corona, Kasus yang Buat Pemerintah Wajibkan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)