Kamis, 02 Jul 2020 11:04 WIB

Saat Kasus di AS Melonjak, Trump Sebut Corona Akan Hilang dengan Sendirinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Presiden AS Donald Trump dorong acara tahunan G7 sebagai tanda normalisasi (AFP Photo/Pool) Trump sebut virus Corona hilang dengan sendirinya. (Foto: (AFP Photo/Pool)
Jakarta -

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) yakin virus Corona akan hilang dengan sendirinya. Hal ini disampaikan usai AS mencatat lebih dari 44 ribu kasus baru Corona, tertinggi sejak wabah Corona merebak di AS.

Dikutip dari The Guardian, setidaknya ada 8 negara yang melaporkan kasus baru tertinggi Selasa kemarin. Pakar penyakit menular ternama di AS, Dr Anthony Fauci mengingatkan bahwa langkah AS 'pergi ke arah yang salah'.

Disebutkan, infeksi Corona di AS dapat meningkat dua kali lipat hingga mencapai 100 ribu kasus baru per hari jika penanganan Corona diabaikan. Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business pada Rabu, pertanyaan diajukan kepada Trump apakah dia benar-benar meyakini virus Corona akan hilang begitu saja, seperti pernyataan yang dia sampaikan sebelumnya.

"Ya, tentu. Dalam beberapa kasus. Dan saya pikir kita akan memiliki vaksin juga segera," jawab Trump.

"Saya pikir pada suatu saat itu (virus Corona) akan hilang begitu saja. Saya harap," lanjut Trump.

Trump kerap mendapat kritik tajam para pakar karena dinilai terlalu mengecilkan risiko virus Corona COVID-19. Sebelumnya lontaran Trump terkait Corona yang menuai kritikan, seperti meminum disinfektan untuk melawan Corona dan tidak mewajibkan pakai masker untuk mencegah paparan virus Corona.

Sementara proyek pelacakan kasus virus Corona COVID-19 di AS, mengatakan bahwa rata-rata selama tujuh hari AS melaporkan kasus baru per hari dua kali lipat sejak 13 Juni. Pasien Corona rawat inap pun melonjak ke jumlah tertinggi sejak 21 April.

Gubernur New York Andrew Cuomo, mengecam Trump karena pemerintah AS dinilai lamban dan kacau dalam menangani wabah Corona. "Dia menyangkal. Dia telah menyangkal apa yang dikatakan oleh setiap ahli kesehatan di Amerika. Bersikaplah jujur dengan orang-orang Amerika. Setidaknya miliki keberanian untuk mengakui apa yang sudah diketahui orang lain bahwa Anda (Trump) salah," kata Cuomo.

"Menyangkal kenyataan tidak mengalahkan kenyataan. Dia telah hidup dalam penyangkalan, dan dia telah menyangkal fakta ilmiah sejak hari pertama," kecam Cuomo.

"Kemenangan realita dan kenyataan menang, dan sekarang negara ini menderita karena presiden," keluh Cuomo.



Simak Video "WHO Ngarep Rujuk dengan Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)