Kamis, 02 Jul 2020 16:58 WIB

Kelamaan Nge-game Selama Lockdown, Pria Muda Tewas karena Penggumpalan Darah

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi main game mobile Ilustrasi main game (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Seorang pelatih sepak bola yang masih berusia 24 tahun meninggal karena trombosis vena atau pembekuan darah setelah menghabiskan waktu untuk bermain game di komputer selama lockdown.

Pria yang bernama Louis O'Neill sebelumnya cuti pada bulan Maret dari pekerjaannya di Center Parcs dan memulai bermain game dengan teman-temannya untuk menghabiskan waktu. Tak disangka, hobinya bermain game sepanjang hari membuatnya meregang nyawa.

Setelah peristiwa tersebut, ayah dari pria itu memperingati kepada keluarga lainnya tentang bahaya membiarkan anak di rumah saja tanpa melakukan aktivitas fisik apapun. Sebab sang anak bukan meninggal akibat terinfeksi Corona, tetapi disebut karena bermain game terus menerus.

"Lockdown terkutuk. Setelah cuti, ia bermain game untuk 'melarikan diri'. Terperangkap di dunia virtual menjadikan ia kurang aktif. Jam-jam berlaku dengan cepat dan ia seperti tersedot di layar," tulis sang ayah, Stanley Greening, di akun media sosialnya dikutip dari The Sun.

Ia tidak pernah menyangka sekalipun anaknya akan meninggal akibat pembekuan darah yang ternyata bisa menyerang usia muda. Kini ia sangat menyesal karena tak pernah tahu bahwa berlama-lama bermain game bisa menjadi sangat fatal.

Dua minggu sebelum kematian Louis, ia memberitahu ayahnya bahwa dia merasa tak enak badan. Saat itu Louis memang terlihat sangat tidak sehat sampai ayahnya harus membantunya naik ke tempat tidur.

Sesaat sebelum kematiannya, Louis sempat pingsan. Greening kemudian memanggil layanan emergensi tapi operator berkata mungkin Louis hanya keracunan makanan. Tetapi kondisi Louis makin memburuk dan mulai mengeluh kakinya terasa sakit dan tidak nyaman.

Setelahnya, ibunya menemukan Louis terduduk lemas di tangga. Ketika paramedis tiba, Louis sudah tak bernyawa lagi.

"Ini sangat bisa dicegah. Itulah yang menyakitkan. Dia adalah korban 'tersembunyi' saat lockdown berlangsung," kata sang ibu.



Simak Video "Lockdown Berakhir, China Kini Hadapi Gelombang Kedua Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)