Kamis, 09 Jul 2020 12:13 WIB

Ada 7 Juta Babi Ternak di Indonesia, Seberapa Besar Potensi Virus G4 Mewabah?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Riset di Cina Peringatkan Kandidat Virus Pandemi Baru dari Babi Ada 7 juta babi ternak di Indonesia. (Foto: DW (SoftNews))
Topik Hangat Virus Baru G4
Jakarta -

Penelitian menemukan jenis baru flu babi atau disebut virus G4 berpotensi menjadi pandemi. Bahkan penelusuran tim peneliti menemukan virus G4 sudah beredar di populasi babi-babi di China.

Penemuan potensi pandemi baru di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum pasti kapan berakhirnya mengkhawatirkan penduduk dunia. Di Indonesia sendiri dengan jumlah babi ternak mencapai 7 ribu yang tersebar di berbagai provinsi, seberapa besar potensi virus G4 merebak di Indonesia?

"Jadi kami belum bisa menyatakan atau menegaskan potensi virus ini akan seberapa cepat merebaknya di Indonesia, kita juga masih memantau," sebut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam webinar yang diselenggarakan Kemenkes RI, Kamis (9/7/2020).

Setelah pandemi H1N1 di tahun 2009 terjadi, Indonesia sudah dalam posisi 'siap-siaga' dan secara berkala melakukan surveilans atau pemantauan di beberapa wilayah dengan populasi babi ternak yang cukup banyak. Sebab, apabila terdapat kasus di kemudian hari, penyebarannya akan cukup besar karena virus tersebut menyerang saluran pernapasan dan yang menyebabkan influenza.

Kasus H1N1 di Indonesia Cukup Rendah

Disebutkan oleh dr Nadia, pada saat pandemi H1N1 meluas di seluruh dunia, tingkat keparahan yang terjadi di Indonesia tak sebanyak di luar negeri. Dari Juni-September 2009, tercatat konfirmasi kasus sebanyak 1.097 orang dengan angka kematian 10 jiwa.

"Flu babi di Indonesia tahun 2009, walaupun dinyatakan pandemi di beberapa negara tetapi tidak seberat COVID-19," tutur Nadia.

Case fatality rate atau angka kematian H1N1 di Indonesia juga terbilang rendah, kurang dari 1 persen. Setelah ditemukan vaksin, maka dinyatakan flu babi menjadi flu biasa atau influenza musiman. Meski demikian, kita tidak boleh lengah dan harus tetap memantau perkembangan virus G4 yang merupakan jenis baru dari H1N1.

"Kita tidak harapkan sudah ada COVID-19, harus lagi ditambah flu babi ditambah lagi DBD," pungkas Nadia.



Simak Video "WHO: Virus Flu Babi G4 di China Bukan Virus Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Virus Baru G4