Kamis, 09 Jul 2020 13:15 WIB

WHO Soroti Klaim Corona Menular lewat Udara, Pakar Sebut Tak Perlu Panik

Ayunda Septiani - detikHealth
Para tenaga medis terus berjuang lawan pandemi COVID-19. Beragam tindakan preventif hingga penanganan bagi pasien dilakukan agar pandemi dapat segera teratasi. Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal pekan ini telah didesak oleh ratusan ilmuwan soal kemungkinan virus Corona COVID-19 bisa menyebar lewat udara atau airborne. Kemunculan bukti-bukti yang memperkuat klaim tersebut mulai diakui.

Namun, para ahli dari CSIR-Centre for Cellular and Molecular Biology (CCMB) India mengatakan tidak perlu panik. Para pakar tersebut mengatakan bahwa patogen setidaknya berada di udara, tapi bukan berarti virusnya dapat terbang dan bisa menginfeksi semua orang.

"Itu studi yang bagus. Berdasarkan hal itu, apa yang sedang dikomunikasikan kepada WHO adalah, bahwa virus tersebut setidaknya mengudara sementara, yang berarti dapat bergerak dalam droplet berukuran lebih kecil dari lima mikron yang berarti akan berada di udara lebih lama dari yang lebih besar. tetesan yang mereda dalam beberapa menit," kata direktur CSIR-CCMB, Rakesh Mishra, dikutip dari laman Hindustan Times.

Misha memperingatkan untuk terus mengambil langkah pencegahan dan menghindari kontak dekat dan pertemuan yang besar. Selain itu, menjaga jarak sosial juga harus diperhatikan dan menghindari kerumunan di suatu ruangan.

Dia menambahkan bahwa saat ini masih sedikit sekali yang diketahui tentang virus Corona COVID-19 sehingga masih terlalu dini jika mengatakan telah mendapat informasi lebih banyak soal penyakit tersebut.

Sebelumnya, lebih dari 239 ilmuwan di 32 negara, telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia, para ahli juga mendesak WHO untuk merevisi rekomendasinya.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)