Kamis, 09 Jul 2020 14:10 WIB

Jika Benar Corona Menular lewat Udara, Apa Saja Sih yang Berubah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Petugas bermasker dan berpelindung wajah membersihkan  lantai di Mal Central Park, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sejumlah pusat perbelanjaan juga menyediakan fasilitas pendukung physical distancing, seperti mesin pembersih tangan otomatis, mesin penjual masker, alat pendeteksi suhu, dan stiker tanda jaga jarak sebagai persiapan operasional di era normal baru. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. Physical distancing mencegah penularan virus Corona COVID-19 (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Sebanyak 239 pakar di 32 negara menyampaikan klaim bahwa virus Corona kemungkinan bisa menular lewat udara atau airborne. Organisasi kesehatan dunia WHO mengakui kemunculan bukti-bukti, tetapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

"Kami semua sudah membicarakan kemungkinan transmisi airborne dan aerosol sebagai salah satu metode penularan COVID-19," kata pemimpin teknis respons COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (9/7/2020).

Dampak apa yang sebenarnya akan terjadi jika klaim virus Corona bisa menular lewat airborne itu benar?

Dokter spesialis paru-paru dari RSUP Persahabatan, dr Budhi Antariksa, PhD, SpP(K), mengatakan bahwa seandainya klaim tersebut benar, maka akan ada perubahan tata cara kita dalam melindungi diri dari penularan virus Corona.

"Mungkin maskernya pun akan yang lebih protektif, karena kalau airborne itu akan ada di mana-mana di udara sekitar dan itu bisa terhirup dan bisa masuk melalui masker yang punya celah untuk virusnya masuk," jelas dr Budhi dalam sebuah diskusi online, Kamis (9/7/2020).

dr Budhi juga menekankan, perlu ada pembaharuan kebijakan dari pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona. Salah satunya adalah dengan melakukan disinfeksi udara secara lebih rutin.

"Kebijakan-kebijakannya pun lebih protektif lagi. Mungkin dari pemda atau pemerintah dia harus melakukan disinfektan udara yang lebih sering dan itu biaya lagi. Dampaknya kompleks sekali," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut Kemungkinan Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)