Jumat, 10 Jul 2020 16:29 WIB

Soal Penularan Corona Lewat Udara, Pemerintah Kontak WHO dan Ini Hasilnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Saat ini sedang ramai diperbincangkan mengenai penularan virus Corona melalui airborne atau udara khususnya di ruangan tertutup. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, mengatakan sebaran Corona melalui udara lebih disebabkan oleh mikrodroplet.

"Dari beberapa kali kami mencoba berkomunikasi dengan WHO, sebenarnya kasus ini lebih cenderung disebarkan oleh mikrodroplet," tutur dr Yuri dalam siaran konferensi pers BNPB, Jumat (10/7/2020).

Disebutkan oleh dr Yuri, mikrodroplet adalah droplet yang sangat kecil dan bisa bertahan lama di suatu ruangan apabila tempat tersebut sirkulasi udaranya tidak berjalan dengan baik. Ukuran mikrodroplet yang sangat kecil memungkinkan virus itu beterbangan dan melayang.

"Partikel droplet bisa melayang cukup lama di udara sehingga memungkinkan siapapun yang nantinya berada di ruangan dan tidak menggunakan masker atau mengenakan masker tapi tidak tepat, akan sangat mudah tertular," jelasnya.

Untuk mencegah penularan Corona melalui mikrodroplet di tempat tertutup, selain memakai masker, usahakan area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin atau exhaust fan agar udara yang ada di dalam ruangan secara berkala diganti oleh angin segar dari luar.

"Sekali lagi kami ingatkan pertama upayakan di semua ruang kerja dijamin sirkulasi udaranya baik. Kalau memungkinkan jendela di buka di pagi hari agar udara bisa masuk," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut Kemungkinan Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)