Sabtu, 11 Jul 2020 07:00 WIB

28 Ribu Pasien Diduga Mengidap 'Pneumonia Misterius' di Kazakhstan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Chest x-ray in hands of medical worker Pneumonia misterius melanda Kazakhstan (Foto: iStock)
Jakarta -

Otoritas China mengirimkan pesan peringatan pada seluruh warganya di Kazakhstan untuk lebih waspada terhadap kejadian 'pneumonia misterius' di wilayah tersebut. Mereka menyimpulkan kondisi itu setelah melihat adanya lonjakan kasus signifikan untuk penyakit pneumonia bukan COVID-19 di Provinsi Atreyau dan Atrobe sejak awal Juni.

Meski Kementerian Kesehatan Kazakhstan dengan tegas menyatakan klaim China tidak benar, Wakil Menkes Kazakhstan, Azhar Giniyat sempat menyinggung sekitar 28 ribu pasien diidentifikasi mengidap pneumonia yang bukan merupakan virus Corona setelah dibuktikan dengan hasil tes. Saat ini pasien tengah dirawat di rumah sakit di Kazakhstan.

Dikutip dari The Sun, sebuah gambar yang beredar juga memperlihatkan banyaknya kerabat yang mengantre di luar kamar mayat di kota Almaty untuk mengambil jenazah rekannya.

Salah satu korban pneumonia yang meninggal adalah kepala dokter sanitasi wilayah Almaty, Kairat Baimukhambetov (64), yang telah menjadi tokoh kunci dalam upaya negara tersebut melawan pandemi COVID-19.

Sementara itu meski Menteri Kesehatan Kazakhstan Alexei Tsoi mengatakan klaim China atas kasus pneumonia mistrius mematikan tidak benar, ia mengakui negaranya menghadapi banyak kasus pneumonia akibat etiologi yang belum ditentukan. Hingga kini belum ada bukti kuat apakah kasus tersebut terkait dengan virus Corona atau merupakan jenis virus yang berbeda.

Otoritas Kazakhstan hingga kini masih mempercayai bahwa pasien yang mengidap 'pneumonia misterius' tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan COVID-19.

"Sampai saat ini kami tidak melihat adanya data yang mengkonfirmasi bahwa tes (Corona-red) yang kami lakukan tidak valid atau ditemukan kesalahan," jelas ahli kesehatan masyarakat Kazakhstan, Aizhan Esmagambetova.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)