Sabtu, 11 Jul 2020 08:02 WIB

WHO Sebut Penularan Lewat Droplet Lebih Dominan daripada Aerosol

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
London, January 26, 2020. People wearing a face masks to protecting themself because of epidemic in China. Selective Focus. Concept of coronavirus quarantine. MERS-Cov, middle East respiratory syndrome coronavirus, Novel coronavirus 2019-nCoV. Droplet jadi rute transmisi COVID-19 yang paling dominan. (Foto ilustrasi: Powerofflowers/iStock)
Jakarta -

Maria Van Kerkhove, ketua teknis penanggulangan pandemi COVID-19 di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa transmisi Corona di udara selalu menjadi perhatian tetapi penularan lewat droplet merupakan rute infeksi yang paling dominan.

"Penularan secara aerosol adalah salah satu mode transmisi yang kami perhatikan sejak awal, terutama dalam layanan kesehatan di mana kami tahu aerosol dapat bertahan lebih lama di udara," katanya dikutip dari Reuters.

Kerkhove juga menyebut adanya beberapa tempat yang berisiko menularkan Corona melalui udara, khususnya di area tertutup seperti klub malam, fitness, atau tempat di mana sirkulasi udara tidak cukup baik. Namun di area tersebut risiko transmisi COVID-19 melalui droplet juga tidak boleh dikesampingkan.

"Rute penyebaran (COVID-19) yang paling dominan di seluruh tempat masih didominasi droplet," tambahnya.

WHO juga baru-baru ini merilis pedoman baru tentang jalur transmisi virus Corona yang berisikan tentang penularan melalui udara. Dalam pedoman tersebut WHO menjelaskan secara teori seseorang bisa menghirup aerosol dan kemudian terinfeksi, tapi masih butuh penelitian lebih lanjut.

Selain itu WHO memasukkan area yang rentan terjadi penyebaran virus Corona seperti restoran, klub malam, tempat ibadah, tempat kerja yang banyak orang, tempat latihan paduan suara, dan kelas kebugaran. Tetapi, penularan ini masih bisa dicegah dengan protokol kesehatan yang sudah dipublikasi sebelumnya, seperti penggunaan masker dan jaga jarak.



Simak Video "6 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Penularan COVID-19 Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)