Sabtu, 11 Jul 2020 14:00 WIB

Wabah Pneumonia Kazakhstan Disebut Lebih Mematikan dari Corona, Apa Kata WHO?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Female doctor examining about lungs with x-ray film - sick concept Ilustrasi pneumonia. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan berada di bawah pengawasan WHO. WHO mengaku telah bekerja sama dengan pihak berwenang Kazakhstan untuk menyelidiki lebih lanjut terkait wabah tersebut.

Namun, pada Jumat (9/7/2020) Dr Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan kasus-kasus di Kazakhstan ini kemungkinan termasuk kasus virus Corona COVID-19. Mengapa disebut demikian?

"Kasus-kasus ini kemungkinan COVID-19, mengingat bahwa telah terjadi lonjakan besar pada COVID-19 di negara ini baru-baru ini, dengan lebih dari 10.000 kasus seperti itu didiagnosis di sana pada minggu lalu," kata Ryan, dikutip dari Live Science.

WHO menjelaskan tengah melihat kualitas pengujian atau tes Corona yang dilakukan. "Jika beberapa kasus pneumonia yang tidak spesifik ini disebabkan oleh hasil tes negatif palsu untuk COVID-19," lanjut Ryan.

Ryan mencatat bahwa kelompok pneumonia atipikal dapat terjadi 'di mana saja di dunia dan kapan saja'. Selain itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk penyakit legionnaire atau pneumonia berat yang disebabkan oleh bakteri dalam genus legionella atau influenza.

"Lintasan ke atas kasus COVID-19 di negara ini akan menunjukkan bahwa banyak dari kasus ini sebenarnya adalah kasus COVID-19 yang tidak terdiagnosis," kata Ryan.

Namun Ryan mencatat bahwa WHO akan tetap terbuka dengan segala kemungkinan dan bukti-bukti yang ada. Kedutaan besar China sebelumnya memperingatkan terkait kemunculan 'wabah pneumonia misterius' di Kazakhstan. Sementara pihak berwenang di luar China menduga kasus tersebut termasuk kasus virus Corona COVID-19.

Dikutip dari Live Science, para pejabat dengan kedutaan besar di Kazakhstan pada Kamis (9/7/2020) mengeluarkan peringatan kepada warganya bahwa pneumonia tidak dikenal ini setidaknya telah menewaskan lebih dari 1.700 orang di Kazakhstan, termasuk warga China, demikian laporan CNN.

"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus Corona baru," kata para pejabat memperingatkan berdasarkan laporan Newsweek.

Sementara itu, pihak berwenang di Kazakhstan membantah wabah yang disebut pneumonia misterius tidak seperti yang diinformasikan. Sebuah pernyataan dari Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengatakan bahwa ada 'pneumonia virus akibat etiologi yang tidak ditentukan' di negara itu.

Dikatakan bahwa klasifikasi terkait wabah tersebut 'tidak spesifik' mengarah ke kasus virus Corona COVID-19 yang telah didiagnosis berdasarkan gejala dan tidak dikonfirmasi dengan uji laboratorium.



Simak Video "Kesalahan Strategi Negara dalam Tangani Corona Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)