Senin, 13 Jul 2020 14:58 WIB

Kamar Kos Penuh Sampah Viral di Medsos, Apa Itu Hoarding Disorder?

Elsa Himawan - detikHealth
Large leather sofa with a bunch of different things Hoarding disorder tidak bisa dinilai hanya dari penampakan kamar berantakan (Foto: Getty Images/iStockphoto/dorian2013)
Jakarta -

Sebuah foto kamar kos yang dipenuhi sampah viral di media sosial. Banyak netizen menduga penghuni kos alami gangguan psikis, bahkan disebut-sebut hoarding disorder.

Foto yang beredar di akun Twitter milik @ksiezy26, mengundang sejumlah respons netizen. Foto yang diunggah pada Minggu (12/7/2020) ini menunjukkan sebuah ruang kamar yang dipenuhi dengan sampah dan barang berserakan pada seisi ruangan. Hal tersebut menimbulkan persepsi bagi masyarakat Twitter bahwa penghuni kamar kost memiliki gangguan hoarding disorder.

"Ini kelainan nder. Dlm dunia medis disebut hoaders, sebuah penyakit dmn penderitanya menimbun semua barang & sampah dlm ruangannya. Penderita akan marah/panik kl salah satu barang yg dia timbun hilang/dibersihkan. Mereka merasa terlalu sayang pd barang-barang yg dikumpulkan," cuit salah satu netizen menanggapi foto viralnya kamar kos yang penuh sampah.

Terkait kasus tersebut, psikolog dari Pro Help Center dan juga penulis buku, Nuzulia Rahma menjelaskan tidak bisa langsung menilai apakah seseorang mengalami hoarding disorder. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, seperti depresi, stres hingga tidak ada waktu untuk bersih-bersih.

"Nggak tahu karena sebenarnya kita nggak bisa membuat diagnosa tanpa ketemu orangnya dulu, kita nggak bisa bilang sekarang karena bisa juga dia jorok, bisa karena depresi jadi nggak mau bersih-bersih," jelas Rahma saat dihubungi detikcom, Senin (13/7/2020).

Menurut Rahma, seseorang yang memiliki ciri-ciri mengidap hoarding disorder biasanya senang mengumpulkan barang apapun seperti koran, kardus bekas, ataupun plastik.

"Hoarding disorder itu nggak berdiri sendiri. Penyebab diagnosanya seperti depresi, expresive komplusif, jadi agak susah buat kita memberikan diagnosa dengan gambar. Itu namanya labelling," jelasnya.

Senada dengan Rahma, Veronica Adesla psikolog klinis dari Personal Growth Clinic menjelaskan seseorang tidak bisa memberikan penilaian bahwa penghuni kamar kos tersebut mengidap hoarding disorder. Ada banyak kemungkinan di balik sebuah foto viral.

"Bisa jadi karena orang itu gak punya waktu untuk beres-beres. Atau memang ada aspek lain, seperti menunda-nunda membersihkan kamar, jadinya sampah itu menumpuk yang akhirnya membuat dia benar-benar malas untuk merapihkannya," jelas Vero.

Informasi bahwa kamar kos tersebut telah ditinggal lama juga memperkecil kemungkinan terkait hoarding disorder. Vero mengatakan, pengidap hoarding disorder umumnya memiliki ikatan emosional dengan barang-barang yang disimpannya.

"Lagipula, seseorang yang mengidap hoarding disorder pun, akan marah jika barang-barangnya dibersihkan orang lain karena memiliki keterikatan emosional. Apalagi harus berpisah dengan barang-barang itu, bahkan selama dua bulan," tegas Veronica.



Simak Video "UNICEF: Orang Tua Juga Harus Perhatikan Kesehatan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)