Selasa, 14 Jul 2020 09:07 WIB

WHO Ingatkan Pandemi Corona Makin Parah dan Sulit Dikendalikan, Mengapa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pandemi Corona semakin parah dan sulit dikendalikan. "Virus Corona masih menjadi musuh nomor satu," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya Senin (13/7/2020) dikutip dari Daily Star.

Hal ini dikarenakan WHO menilai sebagian besar dunia tengah menghadapi pandemi Corona yang semakin buruk. Bahkan jumlah total kasus Corona meningkat dua kali lipat dalam enam minggu terakhir.

"Tetapi di sebagian besar dunia, virus tidak terkendali, semakin buruk," jelas Tedros.

"Pandemi masih meningkat. Jumlah total kasus telah dua kali lipat dalam enam minggu terakhir," lanjut Tedros.

Setidaknya virus Corona COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 500 ribu orang, menurut data yang dimuat Universitas John Hopkins. "Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu," kata Tedros.

"Jika dasar-dasar tidak diikuti, satu-satunya hal yang akan terjadi adalah pandemi Corona ini akan berlangsung, itu akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk. Tapi itu tidak harus seperti ini," lanjut Tedros.

Baru-baru ini, tim WHO telah pergi ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona baru, yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan. Anggota tim dari WHO dikarantina terlebih dahulu sebelum mereka mulai bekerja dengan para ilmuwan China, demikian penjelasan kepala darurat WHO Mike Ryan.

Sementara itu, Tedros telah berulang kali membela tanggapan WHO dengan alasan bahwa badan kesehatan PBB memperingatkan negara-negara lebih awal tentang ancaman terkait pandemi. "Selama bertahun-tahun, banyak dari kita yang memperingatkan bahwa pandemi pernapasan yang mematikan tidak bisa dihindari," jelas Tedros.

"Tapi tetap saja, terlepas dari semua peringatan itu, dunia belum siap. Sistem kami belum siap. Komunitas kami belum siap. Rantai pasokan kami runtuh. Ini saatnya untuk refleksi yang sangat jujur," pungkasnya.



Simak Video "WHO Sebut COVID-19 Bukan Penyakit Musiman, Tahan di Segala Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)