Selasa, 14 Jul 2020 12:00 WIB

WHO Desak Indonesia Perbanyak Tes PCR PDP-ODP karena Kasus Kematian Tinggi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pegadang menjalani test swab PCR di Pasar Petojo Encek, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 42 pedagang menjalani test swab pcr yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas kecamatan Gambir. WHO desak Indonesia perbanyak tes PCR. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia untuk melakukan lebih banyak tes PCR (polymerase chain reaction) pada mereka yang dicurigai tertular COVID-19. Desakan ini disampaikan lantaran WHO melihat adanya jumlah kematian yang 'sangat tinggi' di antara Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pengawasan (ODP), yang saat ini istilahnya diganti menjadi Suspek.

WHO mengakui bahwa Indonesia telah meningkatan kapasitas pengujian virus Corona. Hanya saja pengujian itu lebih banyak dilakukan pada orang yang telah diketahui positif COVID-19.

"Indonesia memiliki jumlah kematian yang sangat tinggi pada pasien PDP dan ODP. Oleh karena itu, tes PCR harus diprioritaskan untuk dugaan kasus (PDP dan ODP) daripada untuk tes tindak lanjut pada pasien yang akan dipulangkan," tulis WHO dalam laporan terbarunya untuk Indonesia.

WHO sebelumnya memperbarui pedoman manajemen klinis untuk COVID-19, yang diterbitkan pada tanggal 27 Mei, yang merevisi kriteria pasien sembuh COVID-19. Disebutkan bahwa bagi pasien kasus konfirmasi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, tidak memerlukan tes PCR negatif dua kali berturut-turut.

"Jika pedoman ini diadopsi di seluruh negeri, maka prioritas PCR dapat meningkatkan diagnosis pada dugaan kasus COVID-19," lanjut WHO.

Per 13 Juli, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan secara kumulatif, sudah 1.074.467 spesimen yang diperiksa. Selain itu dilakukan pemantauan pada 33.504 ODP dan 13.439 PDP.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)